Mistis Kekuasaan

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Menurut kepercayaan sebagian orang Jawa dan masih lestari hingga kini..., seorang pemimpin tidak akan bertenaga menduduki kursinya bila tanpa didukung 'piandel' dan pusaka-pusaka sakti.

Sejauh mana kebenaran dari kepercayaan ini...?

Bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia..., khususnya Jawa..., ini bukan hal aneh lagi.

Kepercayaan yang tidak diketahui sejak kapan berlaku itu..., dianggap sebagai suatu keharusan bagi setiap pemimpin bila tidak ingin tahtanya segera jatuh.

Ini bukan hanya cerita para raja dan sultan di jaman dahulu..., tetapi para elit politik sekarang pun masih banyak yang mempercayai kekuatan atau tuah pusaka-pusaka sakti yang banyak sekali bentuknya.

Ada yang meyakini..., bahwa pusaka tersakti yang dapat membantu melenggangkan kekuasaan setingkat pimpinan negara atau presiden...; adalah keris Nogososro..., keris sakti di Tanah Jawa.

Keris ini digambarkan dapat menaklukkan jagat kahyangan..., bila dia mengamuk.

Tak heran..., meski jaman sudah sedigital ini masih banyak politikus yang datang ke orang pintar demi memburu pusaka ini dengan porto/biaya..., kondisi..., dan resiko apapun.

Bahkan..., ada yang berani membeli dengan harga miliaran rupiah atau menukar dengan berkilo-kilo gram emas.

Tetapi pada kenyataannya..., tidak mudah untuk menemukan pusaka keris Nogososro yang asli/orisinal.

Keris ini..., tetap misterius keberadaannya.

Keris Nogososro memang memiliki latar belakang politik yang kental..., terutama dalam hubungannya dengan suksesi kepemimpinan kesultanan Demak Bintoro di masa silam.

Dalam riwayatnya..., keris Nogososro adalah pesanan dari Sultan Trenggono untuk menentukan calon penggantinya.

Karena..., terdapat trah keturunan yang dipandang memiliki kapabilitas dan akseptabilitas yang sama...., untuk menduduki kursi kepemimpinan selesainya dia wafat.

Dalam sejarah dinyatakan..., bahwa dua trah kesultanan Demak yang memiliki peluang untuk menjadi pemimpin pasca Sultan Trenggono yakni...:

1. Trah Sidolepen..., yang diawali dengan sang Aryo Penangsang: dan

2. Trah Trenggono.

Kedua trah tersebut..., sesungguhnya masih bersaudara.

Berawal dari dilema itu..., maka para wali mengusulkan kepada Sultan Trenggono untuk memesan keris Nogososro..., untuk menjadi pusaka andalan sekaligus menjadi media sayembara.

Sayembara itu kira-kira berbunyi begin...:

"Siapa yang bisa memegang atau menguasai keris tersebut..., maka dialah yang berhak menduduki tahta."

Ternyata sayembara itu dimenangkan sang Joko Tingkir atau Hadiwijoyo..., anak angkat Sultan Trenggono.

Sejak saat itu..., keris Nogososro menjadi legenda masyarakat.

Menurut riwayat..., pusaka ini sempat hilang dari keraton dan menjadi rebutan para pendekar Tanah Jawa.

Akibat hilang keris Nogososro pada waktu itu..., di seluruh kerajaan Demak Bintoro goncang.

Pasalnya..., kraton khawatir pusaka yang sangat digdaya itu jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab.

Namun untungnya..., atas upaya salah seorang punggawa kerajaan Demak yang terkenal sakti dan berbudi luhur..., pusaka tersebut dapat ditemukan.

Orang yang berjasa besar itu bernama Mahesa Jenar..., yang juga adalah saudara seperguruan Kebo Kenongo atau Ki Ageng Pengging..., sekaligus murid kinasih Pangeran Hanyaningrat.

Dalam satu riwayat..., pusaka Nogososro biasanya selalu disandingkan dengan dua keris lagi yakni...: Sabuk Inten dan Kyai Sengkelat.

Sabuk Inten untuk kewibawaan..., sedang Kyai Sengkelat untuk kamukten/kemuktian.

Namun dari sekian keris yang ada..., keampuhan Nogososro tidak ada yang bisa menandinginya.

Dengan 'sawab'nya..., keampuhan pusaka yang lain dapat tertindih..., bahkan hilang sama sekali.

Diriwayatkan..., keris Nogososro didesain sang Empu Supo Mandrani..., yang hidup pada jaman kerajaan Majapahit.

Tetapi ada versi lain yang menjelaskan..., bahwa pusaka ini tercipta dari lidah sesosok makhluk berbentuk ular naga yang sangat sakti.

Yang jelas..., pusaka Nogososro hingga kini diburu orang..., terutama para pejabat.

Tetapi..., tentu saja tidak sembarang orang yang bisa memilikinya.

Bahkan kabarnya..., pusaka ini hanya dapat diperoleh oleh mereka yang sungguh berjodoh untuk memilikinya.

Bung Karno..., adalah tokoh yang pernah disebut-sebut memiliki keris Nogososro ini..., demikian juga halnya dengan Soeharto.

Konon..., mereka dapat memiliki keris sakti tersebut setelah melakukan suatu ritual yang sangat berat.

Benarkah kisah ini...?

Sekali lagi..., semuanya masih menjadi teka-teki yang sulit dicarikan jawabannya.

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Wednesday, June 3, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: