Mirip First Travel, 27.000 Jamaah Umrah Abu Tours Gagal Diberangkatkan

REDAKSIINDONESIA-Sejumlah calon jamaah umrah Abu Tours and Travel mendatangi Mapolres Kota Malang, Sabtu (17/2/2018). Mereka melaporkan biro perjalanan umroh itu karena tidak kunjung diberangkatkan.

 

 

Risa, salah satu korban asal Karanglo, Kabupaten Malang mengatakan, ia mendaftar ke kantor biro perjalanan itu di Jalan Letjen S Parman dengan harga Rp 30 juta  pada September 2017. Sesuai jadwal, ia akan diberangkatkan pada Januari 2018.

"Daftar September, Rp 30 juta, paket reguler," katanya.

Menurut Risa, jadwal keberangkatan awal adalah 11 Januari, namun ditunda menjadi tanggal 20 Januari. Namun, setelah tiba pada tanggal yang dijadwalkan, jemaah tidak kunjung diberangkatkan.

"Reschedule. Sampai sekarang enggak ada kepastian," katanya.

Selain keberangkatan dirinya, pihaknya sudah mendaftarkan keluarganya dengan membayar DP (Down Payment) Rp 10 juta untuk keberangkatan Bulan Oktober nanti. Dengan begitu, total uangnya yang masuk ke Abu Tours and Travel sebesar Rp 40 juta.

Risa sudah berusaha mendatangi kantor biro perjalanan itu. Namun, kantor yang ada di Malang sudah tutup sejak 14 Februari lalu. Pimpinan kantor itu juga tidak ada di tempat.

"Kantornya sudah tutup. Keterangan dari kepala cabangnya, kalau kepala cabangnya sudah pindah ke Surabaya," ungkapnya.

Selain Risa, sejumlah calon jemaah lain juga turut melaporkan biro perjalanan tersebut ke Satreskrim Polres Malang Kota. Hingga saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Ombudsman RI menyebutkan, biro perjalanan Abu Tours belum bisa memberangkatkan lebih kurang 27.000 anggota jemaah umrah.

Anggota Ombudsman, Ahmad Suaidi, menyebutkan, selain agen perjalanan Abu Tours ada juga kasus perjalanan umrah yang gagal memberangkatkan sekitar 8.000 anggota jemaah.

Sejauh ini pihaknya belum melakukan investigasi terhadap kasus Abu Tours meski sudah ada laporan masuk dari jemaah ke Ombudsman.

Namun, pihaknya berjanji melakukan investigasi tersebut dan berharap Kementerian Agama melakukan perbaikan yang lebih ketat.

Dari Makassar dilaporkan, sebanyak 9 orang datang melaporkan Abu Tours ke markas Polda Sulsel, Senin (12/2/2018) malam.

Kesembilan orang ini bagian dari jemaah yang belum diberangkatkan umrah.

"Kami baru buka posko hari ini dan hingga malam ini sudah ada 9 orang yang melapor dugaan penipuan pemberangkatan umrah oleh Abu Tours," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani.

Menurut Dicky, pembentukan posko pengaduan jemaah Abu Tours ini dibuka lantaran informasi yang beredar ada puluhan ribu jemaah belum diberangkatkan menunaikan ibadah umrah di tanah suci.

"Nanti dari laporan jemaah ini, kami akan selidiki kasusnya. Kasus dugaan penipuan umrah oleh PT Abu Tours ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel," tuturnya.

Menurut dia, sebanyak 16.467 jemaah belum berangkat umrah oleh PT Abu Tours. Bahkan, DPRD Sulsel telah memanggil penyelenggara haji dan umrah Abu Tours yang dipimpin oleh Muhammad Hamzah Mamba.

Hanya saja, Muhammad Hamzah Mamba yang selaku CEO PT Abu Tours tidak menghadiri panggilan Komisi E DPRD Sulsel dan diwakili oleh Manager Distrik Wilayah Timur, Elan Suherlan, Selasa (23/1/2018).

Dalam RDP tersebut, Elan mengatakan, tidak diberangkatnya jamaah tersebut karena ada kenaikan pajak yang dilakukan oleh kerajaan Arab Saudi sebesar lima persen. Pada kesempatan lain terungkap bahwa kondisi keuangan Abu Tours sekarang defisit.

(Berbagai Sumber)a

Wednesday, February 21, 2018 - 19:30
Kategori Rubrik: