Minum Air Kencing Onta Itu Tanda Kerakusan

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Saya diminta oleh temen-temen untuk nulis membahas meminum air kencing Unta sebagai Obat.

Permintaan mereka ini karena didasar oleh adanya orang Wahabi yang menjadikan air kencing Unta sebagai obat, dengan alasan ada haditsnya.

Sebenarnya hukum tentang kencing Unta itu khilafiyah. Jika Syafi'iyah menghukuminya Najis, namun lain halnya dengan Hanabilah(Hambali) yg menghukumi air kencing serta kotoran hewan yg daging atau air susunya halal adalah tidak Najis dan tentu saja pendapat yg kedua ini menjadikan air atau kotoran unta itu tidak Najis.

Namun menurut saya, orang Wahabi meminum air kencing Unta itu bukan karena berdasarkan Hadits Kanjeng Nabi Saw atau karena ikut madzhab Hambali, akan tetapi karena memang mereka itu Rakus, kebetulan ada hadits yg menceritakan tentang Kanjeng Nabi Saw memerintahkan salah satu sahabatnya untuk meminum air kencing unta sebagai obat, jadi mereka merasa ada pembelaan. Padahal Kanjeng Nabi Saw memerintahkan salah satu sahabatnya untuk meminum air kencing Unta itu karena darurat. Sedangkan dalam konsep syari'ah (Fiqh ), darurat membolehkan sesuatu yg dilarang. Jikapun tidak ada hadits tsb, mereka orang Wahabi akan tetap meminum air kencing unta tsb, namanya Juga Rakus, wong Buaya saja mereka makan kok, dan bilangnya halal, apalagi cuma Kencing unta dan Buaya, wong darah manusia saja mereka bilang halal kok.

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Sunday, January 7, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: