Minol dan Mirzani

ilustrasi

Oleh : Sahat Siagian

Berapa korban jiwa akibat kecelakaan lalulintas dalam setahun?

25.530 orang pada tahun 2019. Banyak? Banget. Lebih banyak daripada korban Covid-19 yang menyita perhatian publik se Indonesia, 15.211.

Anda lalu melarang orang menggunakan kendaraan? Tidak. Kita batasi orang yang dianggap mampu dan berhak mengendarai mobil. Pertama, batasan umur. Kedua, batasan soal kemampuan mengendarai. Ketiga, batasan mengenai pengetahuan atas peraturan berlalulintas.

Kalau tidak, korban jauh melebihi 25.530. Jadi, meski memakan korban, kita tetap mengijinkan khalayak mengendarai mobil dengan terlebih dahulu memastikan bahwa si pengendara memiliki kemampuan dan bertanggungjawab atas laju kendaraan.

Kenapa begitu? Kata millenials, for the greater good. Tidak mengendarai mobil adalah sesuatu yang baik. Tapi lebih baik lagi kalau Anda bisa mengendarai mobil dan bertanggungjawab. Sederet kebaikan boleh kita daftarkan. Mulai dari waktu tempuh yang jauh lebih singkat, Anda bisa membawaserta orang lain, dan banyak lagi.

Tidak ada di dunia ini yang berkausalitas tunggal. Tidak satu pun. Bahkan berdoa, kalau terlalu banyak, bakal menurunkan produktivitas Anda. Segala sesuatu punya batasan. Kadang bisa ditera secara matematikal, tak jarang berupa ukuran kepantasan yang tertanam dalam diri Anda.

Minum alkohol adalah sesuatu yang haram dalam agama Islam. Tapi tidak di dalam agama Kristen, Hindu, Buddha, dan dalam banyak agama suku. Bagaimana Anda mau menggunakan larangan dalam Islam tersebut bagi umat bergama lain?

Islam cukup berpesan dan senantiasa mengingatkan umatnya agar tidak minum alkohol. Tapi Anda tidak punya hak untuk jumawa melarang umat Kristen minum wine.

Betul, jika berlebihan, minum bir dapat mendatangkan keburukan pada diri pemakainya. Merusak kesehatan, itu satu. Belum lagi soal kehilangan kesadaran, yang membuat Anda meluputkan keseimbangan untuk menetapkan apa yang patut ditindakkan. Anda boleh tambah dengan belasan alasan lain. Sila.

Tapi tahukah Anda, bahwa dari aspek kesehatan, minum alkohol dalam takaran yang pas malah mencegah Anda dari banyak penyakit. Berikut ini saya jejerkan:

1. Menurunkan risiko terserang penyakit jantung.
2. Menurunkan risiko kematian hingga 18%
3. Meningkatkan libido Anda
4. Meningkatkan daya tahan Anda dalam berhadapan dengan influenza atau demam kebanyakan.
5. Menurunkan kemungkinan mengalami dementia.
6. Menurunkan risiko atas gangguan batu empedu.
7. Menurunkan kemungkinan terserang diabetes.
8. Masih sederet lain.

Itu baru dari sisi kesehatan raga. Belum lagi kalau ditambah dari sisi kesehatan jiwa.

Sama seperti berkendaraan, tidak minum whiskey adalah sesuatu yang baik. Tapi, ternyata, lebih baik lagi jika Anda minum alkohol secara bertanggungjawab.

Itu bukti saintifikal. Itu fakta. Tolong jangan kangkangi dengan berbagai alasan bak seorang tukang obat menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Gak usah juga melibatkan dan memaksa umat bergama lain tunduk pada larangan di agama tertentu.

Batasi orang-orang yang layak minum alkohol. Dari sisi usia, 21 tahun. Itu bagus, berlaku secara internasional. Bagaimana memastikannya?

Wajibkan pembeli minuman beralkohol memiliki kartu lengkap dengan foto. Kartu tersebut di-swipe ke sebuah alat yang terhubung dengan cash register. Jika valid, ia boleh membeli bir, misalnya. Lebih bagus lagi kalau e-KTP sekarang bisa digunakan untuk itu.

Cukup. Cukup itu saja. Gak perlu ditambah dengan ketentuan lain yang terasa konyol.

Demikian juga untuk penjual minuman beralkohol. Asalkan dia memiliki alat yang mampu memastikan bahwa para pembeli adalah mereka yang cukup umur, itu pas.

Gak perlu ditambah dengan aturan zonasi dan lain-lain. Norak. Ngudik. Pendeknya, siapa pun dapat menjual minuman beralkohol asalkan dia berkemampuan untuk memastikan bahwa pembelinya cukup usia.

Mulailah berpikir, berencana, berkebijakan, dan bertindak sebagai orang waras. Kalau tidak, nasib Anda--wahai para legislator--bakal berakhir seperti tukang obat.

Kami masih punya belasan bahkan ratusan Mirzani untuk diangkat ke pentas guna mempermalukan Anda.

Gak percaya?
Try me.

Sumber : Status Facebook Sahat Siagian

Tuesday, November 17, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: