Mini Nalar, Fakir Data dan Nafsu Besar

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Orang seperti itu tidak sungkan, apalagi malu untuk menyimpulkan dari pembacaan dan pengamatannya yang pendek atas statemen atau perbuatan orang di luar alirannya sebagai pihak yang sesat dan syirik, tahayul, bid'ah.....

Apesnya lagi, si mini akal dan fakir data ini kecil kemaluannya sehingga merasa paling benar dan paling otoritatif dalam menilai sesuatu hal sebagai sesat, bid'ah dan syirik.....

Kenapa bisa begitu? Ya karena mini nalar, fakir data dan punya nafsu besar pengen jadi pendakwah....

Saat Anda mau mendebat orang seperti itu, akan kesulitan. Persis seperti maqalah yang disandarkan kepada Imam Syafi'i,

مَا جَادَلْتُ عَالِمًا إِلَّا غَلَبْتُهُ وَلَا جَادَلْتُ جَاهِلًا إِلَّا غَلَبَنِي

Poinnya, Imam Syafii kalau berdebat dengan orang berpengetahuan, maka akan menang. Tetapi bila berdebat dengan orang bodoh, Imam Syafii "kalah".

Kenapa bisa begitu? Ya kembali ke jawaban di atas, karena mereka mini nalar sehingga argumennya meloncat loncat, miskin data sehingga mengulang ulang saja, nafsu besar akhirnya sering keceplosan tidak bisa mengendalikan akalnya yang memang minim.

Menarik ayat Alquran terkait orang jahil

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil.”

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam, damai.”

Maka saat siang puasa ini, kalau mereka masih ngeyel bin ngotot, ucapkan saja salam damai bagi mereka....

Sumber : Status Facebook Ainr Rofiq Al Amin

Saturday, May 2, 2020 - 16:45
Kategori Rubrik: