Mimpi NKRI Bersyariah

ilustrasi

Oleh : Meilanie Buitanzorgy

Kepada kamyu-kamyu yang rindu NKRI bersyariah atau Khilafah. Tahukah kalian bahwa:

Orang yang meninggalkan shalat bisa dianggap kafir lalu dihukum bunuh.

Jadi kalau negara kita ini pakai hukum Syariah, maka Capres kesayangan kalian itu KAGAK BISA NYAPRES karena sudah dihukumi kafir lalu keburu dihukum BUNUH oleh polisi Syariah.

Sampai saat ini TIDAK ADA satu pun ulama yang menjamin bahwa Capres yang ituh BISA SHALAT hafal full gerakan dan bacaan shalat. Sedangkan Capres satunya lagi sudah jelas bisa jadi IMAM SHALAT.

**Cape deh, udah hari gini masih ada aja yang bikin status menyitir kisah-kisah relijius untuk mengancam voter yang kagak mau milih Capres Yang Malas Jumatan ituh.

Paradox tau gak bray, nampar muka lu sendiri!

HUKUM ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT

Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.

Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitanzorgy

Wednesday, April 17, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: