Milenial Harus Paham Politik Agar Tidak Dikibuli Politisi Kotor

ilustrasi
Oleh : Tito Gatsu
Akhir -akhir ini Kita banyak melihat dagelan -dagelan orang yang haus kekuasaan terus melakukan manuver untuk .merongrong pemerintah. Karena apa?
Sebenarnya mereka adalah hanya wayang atau orang-orang tolol yang tega memecah belah bangsanya bahkan dengan seolah-olah menggunakan dalil Agama yang sebenarnya dimanfaatkan para politisi busuk yang menjadi kaki tangan para seniornya yang sudah bertahun-tahun mengendalikan dan menguasai kekayaan Negri ini.
Mereka adalah orang-orang kaya yang sudah menikmati hidup selama setengah abad menguasai ekonomi negri ini Karena mereka orang-orang yang dekat dengan kekuasaan dan Pemerintah fasis rezim militer fasis Orde Baru yang hanya memberikan kesempatan kepada kelompoknya saja.
Bisa dibayangkan jika Prabowo Subianto pada Pilpres Tahun 2019 mengatakan kekayaan Negara hanya dikuasai Oleh orang-orang yang jumlahnya kurang dari 1 % dari jumlah rakyat Indonesia berarti kekayaan yang seharusnya dikuasai 250 juta rakyat hanya dikuasai kurang dari
2,5 juta orang ! , kemudian pertanyaannya banyak juga yang susah dan dari kaum buruh koq mereka juga demo?
Sistim kapitalis membuat Ketergantungan Terhadap satu kelompok yang mempunyai kesempatan pada saat mereka punya kekuasaan karena kehidupan masyarakat akan tergantung para oligarki kekuasaan yang kurang dari 1 % tadi karena mereka menguasai kekayaan Negara dan ekonomi artinya kehidupan 250 juta orang Indonesia bergantung pada kurang dari 2,5 juta orang Indonesia yang diberi kesempatan oleh pemerintah! dengan kondisi rakyat yang tetap pas-pasan mereka Hidup bergelimang kemewahan wajar saja bila mereka selalu haus Akan kekuasaan !.
Pada Masa Orde Baru rakyat dibuat buta politik dan tidak Punya Hak berbicara Karena mereka Akan menyingkirkan semua yang berbeda , disinilah yang membuat rakyat Indonesia menjadi apatis , pragmatis dan mau saja dibodohi oleh kaum borjuis karena selama setengah Abad (32 Tahun Orde Baru ditambah 20 Tahun reformasi) hidupnya dibuat bergantung dan tanpa mampu protes dan berbuat apapun.
Pada bulan September, kira-kira 55 tahun silam. Adalah Masa-masa dimana Generasi muda pada saat Itu kehilangan Ideologi berbangsa, dimana pada saat Itu merupakan awal sebuah kejayaan bagi beberapa oknum, sekaligus merupakan awal sebuah peristiwa pahit yang kini dikemas sebagai sejarah yang seolah sudah jelas akhirnya. Peristiwa September 1965, peristiwa pembantaian sadis terhadap kurang lebih 3 juta jiwa, hal ini merupakan pengakuan Jendral Sarwo Edhie Wibowo selalu Komandan Operasi pembersihan PKI dan simpatisan Sukarno dihadapan anggota DPR RI beberapa bulan sebelum.beliau meninggal dunia.
Mengapa Generasi pada saat Itu kehilangan Ideologi berbangsa?
Karena memang sejarah dirubah ideologi Pancasila diselewengkan bahkan Garis Besar Haluan Negara yang ditetapkan sejak tahun 1945 diselewengkan , selama 32 Tahun masa Orde Baru bangsa Indonesia dipaksa menjadi bangsa kacung bagi kapitalisme dan Imperialisme asing.
Apalagi Kita melihat dengan jelas sekarang para politisi busuk sisa -sisa Orde Baru berlomba mengejar kekuasaan dan banyak pula orang bodoh yang berusaha tampil , mereka bodoh bukan karena mereka tidak berpendidikan banyak diantaranya profesor dan Jendral tapi mereka tidak menghargai sejarah dan kurang Rasa nasionalismenya Karena hanya memburu harta dan kekuasaan dengan memperalat orang bodoh
September 1965 kerap dihubung-hubungkan dengan Partai Komuns Indonesia atau PKI sebagai dalangnya. Nama PKI begitu terdengar menyeramkan bagi masyarakat. PKI disebut-sebut sebagai pemberontak, penghianat, dan harus dihapus dari tanah air tercinta. Ideologi komunis ditentang habis-habisan, disebut-sebut sebagai ideologi yang haram.
Pada umumnya, guru mata pelajaran sejarah mulai dari sekolah menengah pertama hingga menengah atas tiap tahunnya memutarkan film dokumenter G30S/PKI. Tampak pada film dokumenter tersebut, beberapa orang anggota PKI dengan sadis menyiksa beberapa Jenderal dan melakukan pembabibutaan alih-alih untuk pemberontakan demi jatuhnya pemerintahan Soekarno. Apakah sejarah yang turun-temurun tersuap oleh anak bangsa adalah benar begitu adanya?
Beragam penculikan aktivis atau pengkritik pemerintah seperti suatu hal yang sengaja tak diacuhkan dan hilang kabarnya begitu saja. Soeharto menjadi presiden menggantikan jatuhnya rezim Soekarno. Soekarno disebut-sebut memberikan tahta kepemimpinannya atas pemerintahan Indonesia kepada Soeharto demi keteduhan politik.
Menurut Cornell Paper, yang merupakan salah satu sumber paling akurat mengenai pemahaman G-30-S/PKI, PKI memiliki hubungan baik dengan Uni Soviet, musuh terbesar Amerika Serikat yang kala itu sedang dalam perang dingin antara Imperialisme dan Komunisme.
Kebenaran yang melibatkan Amerika Serikat, Soeharto, dan PKI ibarat sebuah harta paling berharga yang tersimpan amat rapi pada tempat paling rahasia hingga tiada satupun orang awam yang dapat mengetahuinya.
Sebetulnya, apakah selama ini kita tertipu oleh bangsa sendiri? Namun, pertanyaan yang paling penting ialah, apakah sebenarnya kita peduli bahwa kita sedang tertipu?
Sebenarnya butuh keperdulian Generasi muda untuk melihat sejarah Masa lalu karena semuanya akan terlihat betapa Kita selama ini sudah dibuat bodoh dan mau percaya saja apa kata pemerintah Orde Baru bahkan skema inipun Masih dimanfaatkan oleh para politisi penerusnya sampai Sekarang.
Pada 11 maret 1966 dilantiknya Soeharto menjadi awal perubahan drastis Indonesia Rakyat Indonesia dibuat nyaman dengan hutang luar Negri dan kekayaan alam yang luar biasa di negeri ini yang diberikan kepada para pemodal asing bahkan pemerintah Suharto Sudah menyediakan para mitra lokalnya yang terdiri dari keluarga, kerabat dan teman- teman dekatnya untuk menjadi partner pemodal asing tersebut untuk menjarah kekayaan Negri ini , sejarah pun dirubah bahwa peristiwa G30 S PKI menampilkan Suharto sebagai Pahlawan yang bertentangan dengan Suharto dicap PKI atau pengkhianat bahkan tidak sedikit yang dibunuh hingga ditahan.
Sehingga dalam Masa 32 Tahun lahirlah para politisi oportunis yang pandai menjilat Suharto dan menumpuk kekayaan tentunya mereka bernitra pula dengan pengusaha -pengusaha hitam yang ikut menikmati kekayaan Negara
Generasi muda adalah harapan bangsa, kekuatan terbesar suatu bangsa. Sudah semestinya kita memperkokoh jati diri bangsa, terutama pada generasi muda. Generasi muda berhak atas kebenaran sejarah. Generasi muda bukanlah musuh pemerintah yang harus dipaksa menelan kebohongan sejarah sebab masa depan bangsa ada di tangan generasi muda.
Dengan Generasi muda yang mau belajar dan memahami sejarah tentunya tidak sulit untuk mengembalikan Indonesia menjadi negara yang maju seperti jauh kemasa silam berabad-abad lamanya ketika Kita dipersatukan dalam gugusan pulau yang bernama Nusantara dan tertulis dalam kitab Negarakertagama. Yang tertulis sebagai Jamrud Katulistiwa bahkan diincar oleh seluruh negara di dunia.
Ingatlah Netherland atau Negeri Belanda bisa menjadi Negara berdaulat Karena kekayaan Indonesia, Amerika Serikat bisa menjadi Negara Super power dengan ema papua bahkan Jepang bisa menjadi Negara terkemuka Karena Industrialisasi automotifnya yang terbesar di Indonesia.
Ideologi Pancasila Sudah menjadi Dasar Negara yang sempurna termasuk Konstitusi Kita UUD 1945 bahkan ditiru oleh banyak Negara maju , seperti Cina dan beberapa negara di Eropa termasuk Belanda , mengapa Belanda selalu menahan Bung Karno tanpa pernah menghabisinya? Itu karena banyak pemikirannya yang dicuri dan diterapkan di Negri Belanda sendiri.
Bahkan beberapa tokoh pemikir bangsa seperti Tan Malaka dan Mohamad Hatta difasilitasi di Negri Belanda hanya Soekarno memang seorang pejuang sejati yang tidak pernah mau meninggalkan Indonesia walaupun ditawari untuk melanjutkan pendidikan sekalipun.
Jika Generasi muda mau membaca dan mencari fakta sejarah akan mengetahui bahwa Kita memiliki negara yang makmur dan akan semakin mencintai Negara ini begitupula dengan ideologinya , Kita tinggal menjalankan dan menyempurnakannya dari mulai Ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 hingga Garis Besar Haluan Negara yang benar-benar murni semua bisa Kita gali semuanya mencerminkan budaya dan kepribadian Indonesia yang hebat dan berdaulat.
Dan yang terpenting Generasi akan tau dan faham siapa saja yang menjadi oportunis dan politisi yang membuat kekacauan di Negri ini.
Salam Kedaulatan Rakyat
Sumber : Status Facebook Tito Gatsu.
Sunday, January 24, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: