Microsoft Teams VS Zoom

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Sebagai nara sumber kajian di musim pandemi, permintaan kajian online dari jamaah tentu harus diikuti.

Beberapa dari mereka kalau minta kajian online rata-rata sih pakai zoom. Angkanya 90-an persen lah. Sisanya ada yang anti zoom, tapi pakai aplikasi yang lain.

Beberapa ada yang ngotot maunya pakai Microsoft Teams. Katanya itu aturan dari kantor. Saya sih ikut aja, mau pakai apa pun terserah yang punya hajat. Masak saya menolak sih.

Cuma pengalaman beberapa kali menggunakan Microsoft Teams ini rasanya riweh dan ribet. Tiga hari yang lalu contohnya, laptop saya sampai kudu diremote dulu sama tim IT mereka.

Kebayang nggak sih, laptop saya ini pakai acara 'dibajak' dulu oleh mereka. Sebab tim-nya sendiri yang terdiri dari bebrapa orang itu masih ribet dengan teknisnya. Yang satu bilang ini, yang lain bilang itu. Dan terakhir saya disuruh serahkan leptop saya secara online, yaitu diremot.

Kalau bicara keamanan, ini jelas-jelas sangat tidak aman. Tim IT kemudian mengambil alih laptop saya dari jarak jauh, mousenya bergerak-gerak sendiri, kayak ada hantunya. Hihihi

Microsoft Teams ini unik sekali, kita kudu login di microsoftnya dulu. Padahal saya adalah usernya microsoft, Windos dan Office saya ini legal dan login, tetap aja disuruh login dulu kalau mau pakai Microsoft Teams.

Saya jadi bingung, kan saya membernya mereka, kenapa saya kudu login ulang. Terus kalau login lagi, pakai akun yang mana? Bikin akun lagi atau akun yang sudah saya miliki? Kalau bikin akun lagi, betapa sangat tidak efisiennya. Kalau pakai akun asli punya, kenapa kudu login lagi. Sayang saya tidak berhasil menjawab logika mereka yang bikin aplikasi ini.

Asal tahu saja, sehari sebelum acaranya, saya diminta ikutan gladi resik dulu. Dan lebih dari 1 jam hanya untuk tes ini dan tes itu. Dan pada hari H-nya, ternyata kajiannya cuma 45 menit doang. Wah, lamaan latihannya dari pada show-nya.

Saya bukan anti microsoft, jelek-jelek gini saya pakai produk asli microsoft, ori bukan bajakan. Office saya itu 365 yang bisa dipakai buat memberi 'nyawa' sampai 5 gadget yang berbeda. Desktop, laptop, tablet android, HP dan tablet asli milik microsoft : yaitu Micrsoft Surface Go.

Tapi kalau sudah urusan kajian online, terus terang saja, ribet bin terlalu banyak cing-cong. Dijamin kita-kita yang awam ini tidak akan bisa pakai, kecuali didampingi tim IT kantor.

Mungkin biar tim IT kantor itu ada kerjaan. Sebab kalau pakai zoom, semua orang bisa pakai. Nenek-nenek lincah aja bisa ngezoom, bahkan sekarang bisa pakai background unik, seakan lagi tawaf di depan Ka'bah. Backgroundnya video yang bergerak. Keren kan?

Di Microsoft Teams bisa sih pakai background, cuma filenya jpg nya secara manual musti dicopykan dulu ke dalam windows kita lewat Explorer, disebelah mana saya juga lupa tuh.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, May 2, 2020 - 16:30
Kategori Rubrik: