Metode Melahirkan Secara Sunnah Ala Siti Maryam?

ilustrasi

Oleh : Uswah

Gak ngerti apa maksudnya netijen cap cengkeh nastar ini.. Metode yang dikenalin oleh Prof Haris, Guru Besar Kedokteran Akhir Zaman..

Whatttt????

(((((Guru Besar Kedokteran Akhir Zaman)))))

Ya benar..

(((((GURU BESAR KEDOKTERAN AKHIR ZAMAN)))))

Kelahiran dengan proses apapun itu tidak menghilangkan kodratnya sebagai seorang Ibu, bukan proses melahirkan ala Maryam yang sunnatullah, tapi perempuan yang hamil dan melahirkan merupakan sunnatullah.

Sampai di sini Anda faham ya Rojali sunnatullah itu apa?

Mereka ini kok sak enak udelnya dewe ya menciptakan nama dari suatu metode dengan embel-embel keagamaan “Ala Maryam”, suk mben muncul neh metode menyusui sesuai sunatulah ala Siti Hajar, terserah lah mau bikin metode apa metode apa, wong roti aja juga ada yang pake nama Maryam dicampur kuah gulai kacang ijo jadi Gule Roti Maryam, tapi mbok yao diskip kata-kata “sesuai sunnatullah dan terdapat dalam quran”. Seolah quran tidak relevan dengan berbagai zaman saja. Padahal peristiwa tersebut merupakan qissoh dalam Quran yang menuai hikmah tentang perjuangan seorang ibu, bukan menjadi standar pakem cara melahirkan yang benar oleh seorang ibu..

Lha trus kalau ada seorang ibu yang melahirkan dengan SC karena pilihannya hanya itu sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anak apakah artinya tidak sunnatullah dan tidak sesuai Quran? Opo? Lahiran ala bidngah?

Saya membaca tafsir Al-Misbah tentang bagaimana proses Maryam al-Muqaddasah melahirkan Nabiyullah Isa, sama dengan kita perempuan hamil pada umumnya, wahnan ‘ala wahnin.. Maryam juga mengalami masa ngidam dan menanti perkembangan janinnya dalam mihrab. Dan ketika datang tanda melahirkan, sama seperti ibu hamil yang lain. Merasakan kesakitan yang luar biasa, sehingga beliau dawuh “Ya Tuhanku, lebih baik aku mati saja dan menjadi manusia yang tidak pernah diingat atau diperhatikan”. Kalimat tersebut mengandung keputusasaan yang sangat, jangan dikira hanya menggerak-gerakkan pohon kurma saja lalu dengan enaknya melahirkan.

Dan perlu diingat, zaman sekarang ini kan sudah ada alat usg, sudah ada obat-obatan, vitamin dan alat penunjang kesehatan, banyak bidan dan dokter kandungan untuk berkonsultasi bagaimana cara melahirkan dengan nyaman dan beberapa resiko kehamilan beserta solusinya. Lha kok malah ingin kembali ke jaman sebelum Islam ga sekalian aja situ kembali ke jaman Nabi Adam dimana baju terbuat dari daun-daunan pakaian yang sesuai sunatullah dan terdapat dalam Quran

Po we po we? Ra trimo karo penjelasanku? Kene geluttt..

Sumber : Status Facebook Uswah

Sunday, October 6, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: