Meski Ormas Terlarang, PKS Tetap Gauli HTI

Ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Di Indonesia, siapapun atau organisasi apapun jika dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia tidak akan ada yang mau. Mengapa? Karena ideologi PKI jelas bertentangan dengan Pancasila serta pengalaman pengkhianatan PKI pada kedaulatan Negara. Maka dari itu di Indonesia, jangankan ideologi, lambang PKI saja tidak boleh dibuat apalagi digandakan. Setelah PKI, HTI jelas telah resmi dilarang oleh pemerintah pada Tahun 2017. Namun meski telah dilarang pemerintah masih banyak ormas bahkan parpol yang dekat dengan mereka. Padahal jelas-jelas HTI memiliki tujuan memberontak NKRI denan target mengganti sistem Republik dengan Khilafah.

Tujuan itu terbukti bertentangan dengan landasan Negara yaitu UUD 1945. Yang paling tidak masuk akal, meskipun HTI bertujuan ingin mengganti ideology Negara PKS tetap saja menjadi teman sejalan. Kita bisa ambil berbagai isu terutama menyoroti tentang kinerja pemerintah. PKS bahkan tidak pernah mendeclare menentang HTI karena berniat mengganti ideologi Negara. Alasan PKS sangat naïf, dalam Negara demokrasi kebebasan pendapat dijamin. Sungguh alasan yang tidak masuk akal. Memperjuangkan ideologi khilafah bukan lagi kebebasan berpendapat tetapi berniat makar, melawan pemerintah yang sah. Pun paska HTI resmi dilarang oleh pemerintah paska dibubarkan, mereka malah mensupport HTI untuk menggugat keputusan pemerintah. Bagaimana bisa, organisasi yang telah resmi dilarang malah dibela. Kalau yang melakukan hal yang sama itu PKI bagaimana? Kenapa kalau PKI tidak boleh, HTI boleh? Penulis tidak sedang ingin membela komunisme karena khilafah itu pola perjuangannya mirip HTI. Hanya ideologi saja yang berbeda. Bagaimana jika yang melakukan itu Ahmadiyah, Syiah atau yang lain?

PKS juga melibatkan HTI dalam kampanye ganti presiden. Video yang beredar luas tampak Mardani Ali Sera berdampingan dengan mantan Jubir HTI, Ismail Yusanto. Jika Mardani menyatakan ganti presiden, Ismail menggelorakan ganti sistem. Saat ditanya tentang hal ini di sebuah acara televise swasta, Mardhani menyatakan itu hak Ismail. Sebuah pembelaan yang tidak masuk akal. Apakah ketika kita punya kepentingan untuk kampanye penjarakan koruptor tiba-tiba sebelah kita teriak penjarakan presiden, penjarakan kapolri, penjarakan panglima TNI itu juga hak dia? Jelas ini upaya bersembunyi dibalik klaim demokrasi, kebebasan berpendapat atau bahkan hak tiap orang.

Kita tahu bahwa HTI berbahaya karena ingin mengganti system dengan khilafah. Lantas apa fakta-fakta sesungguhnya tentang HTI? Pertama, HTI itu sesungguhnya parpol bukan ormas. Hizbut dalam terminologi bahasa artinya partai. Hanya untuk mengelabui masyarakat dan pemerintah didaftarkan sebagai Ormas. Kedua, HTI telah ditolak lebih dari 15 negara muslim. Artinya meski warganya mayoritas muslim, mereka tidak menggunakan khilafah. Ketiga, Sistem pancasila merupakan bentuk Negara kesepakatan, dan tidak mentolerir perubahan. Mengapa? Pengambilan kesepakatan ideologi Pancasila bukan hanya sebatas kesepakatan para founding fathers kita tetapi juga dilandasi oleh ijtihad ulama. Mereka telah memohon pada Allah SWT menemukan bentuk Negara yang tepat bagi Indonesia.

Keempat, banyak Negara Islam tapi tidak menggunakan khilafah melainkan kerajaan (Arab Saudi, Bahrain), Republik (Iran, Turkey, Iraq, Suriah), Emirat (UEA, Kuwait, Qatar), atau Kesultanan (Oman). Sistem khilafah hanya ada dijaman sahabat saat sedang jaya-jayanya Islam. Kelima, Khilafah menyebabkan Negara hancur dikarenakan perang saudara. Beberapa Negara di Timur Tengah terjadi konflik gara-gara pertentangan sistem ini. Selain Mesir, juga ada Suriah yang mayoritas kotanya hancur akibat provokasi-provokasi itu.

Maka dari itu, waspadalah agenda-agenda tersembunyi HTI yang menyusup dalam kampanye-kampanye yang melibatkan PKS. Kita tidak ingin ideologi kita diganti sebab Pancasila merupakan ideologi yang tepat dan luwes. Bukan hanya pada perkembangan jaman tetapi mampu menampung kebijakan-kebijakan yang melindungi suku, agama, ras dan antar golongan. Nah, kalau begini yakin masih ingin memilih PKS dan sekutunya? Tonton dulu saja deh rekaman-rekaman kekejaman konflik di Suriah. Anda bakal tobat pilih PKS

#JokowiLagi

 

Sunday, September 16, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: