Merusak Sunah

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Salah satu cara merusak sunnah yang paling efektif adalah melakukan sesuatu yang bikin orang jadi benci, bahkan jadi ogah mengerjakan yang sunnah.

Sebutlah misalnya berjonggot itu sunnah menurut Anda. Lalu Anda berjenggot lebat dan tebal.

Tapi coba deh sikap dan perbuatannya disesuaikan. Jangan sampai berjenggot tapi justru perbuatannya menyedihkan. Misalnya ngerampok, ngegarong, ngejambret, ngenggangu istri tetangga, ngerjain orang, ngerusak fasilitas umum, termasuk ngemacetin jalanan.

Walaupun boleh jadi banyak juga orang yang berjenggot namun tidak melakukan perbuatan nista di atas, tapi kalau wajahnya selalu masam, cemberut, sorot mata melotot, sinar kebencian selalu mengiringi, sinis, dan tidak ramah, sama juga. Kesan yang orang terima jadi salah-paham juga.

Jangan salahkan persepsi publik, kalau mereka terkesan bahwa orang berjenggot itu pasti kelakuannya buruk. Jadi orang pada benci, pada nggak suka dan pada serem kalau lihat laki-laki berjenggot.

So, kalau mau berjenggot, saran saya sederhana, yang penting banyakin senyum, tampil ramah, penuh kehangatan, terbuka, santai, santun, simpatik.

Tambah satu lagi : ngaji yang beneran kepada ulama beneran. Jangan lupa belajar ilmu fiqih, jangan cuma Quran Sunnah doang sambil menafsirkan sendiri. Kalau perlu belajar fiqih perbandingan mazhab, biar punya wawasan yang luas dan tidak cupet berpikirnya.

Hormati semua mazhab fiqih, khususnya mazhab mayoritas di Indonesia. Jangan merasa sudah paling ngerti agama sendirian.

Belajar juga akhlaq, etika dan juga ilmu dakwah. Biar tidak mudah main tuduh orang sambil mengecap haram, bid'ah dan sesat.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.MA

Thursday, May 30, 2019 - 13:30
Kategori Rubrik: