Mereka Sudah Tahu Bakal Kalah

ilustrasi

Oleh : Parawansa Assoniwora

Sebelum Pilpres, selalu mengumbar bahwa jika kalah maka pasti dicurangi. Bukan cuma itu, mereka juga bahkan sudah mulai menyusun kabinetnya.... Artinya, indikasi tidak menerima hasil pemilu udah keliatan.

Selanjutnya, dalam kurung waktu kurang dari 48 jam setelah pembukaan TPS, sudah tiga kali deklarasi kemenangan, sedangkan lembaga2 survey yg kredible jelas2 memenangkan paslon #01. Deklarasi berulang-ulang kemungkinan karena ketidak kompakkan dalam tim inti... Artinya, ada sebagian yg masih mejaga kewarasan dan rasionalitas.

Menurut saya, segelintir petinggi inti di paslon #02 melihat pemilu hanyalah sebuah prosedur demokrasi semata. Kalo’ kalah, maka prosedur salah, kalo’ menang prosedur dibenarkan.

Di sini terlihat jelas watak kediktatoran militeristik itu ditambah lagi segelintir org yg emang tdk percaya dengan proses demokrasi dan dianggap HARAM. Contohnya, Liat Myanmar beberapa tahun lalu ketika melakukan pemilu. Setiap militer kalah, maka pemilu akan dibatalkan hasilnya.

Bedanya, di Myanmar kekuasaan sejak dulu ada ditangan militer, tapi untuk kasus Indonesia, ada “penetrasi kelamin” antara watak kediktatoran militer dan kelompok yang anti-demokrasi tapi mencoba membajak proses demokrasi.

Bayangkan jika kedepan kekuasaan itu ditangannya, apa masih ada pemilu seperti ini??? Saya harap, kewarasan kita semua harus terjaga.... Dan salut bagi mereka pendukung paslon #02 yg udah terima hasil pemilu ini, walau masih berharap ada “keajaiban”...

Sumber : Status Facebook Parawansa Assoniwora

Saturday, April 20, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: