Mereka Sudah Bertemu. Jangan Menangis Ya, Pret!

 

Oleh : Rudi S Kamri

Akhirnya semua penantian panjang itu tuntas sudah. Jokowi bertemu Prabowo. Di stasiun MRT Lebak Bulus mereka saling menyapa, saling menghormati dan saling berpelukan. Sejatinya tidak ada yang istimewa dalam pertemuan mereka, karena bagi saya hanya tinggal waktu saja. 

Mereka berdua sosok petarung yang tangguh. Dalam re-match pada Pilpres 2019 pertarungan mereka tidak kalah seru dan keras dibanding pertarungan pertama 2014. Yang namanya suatu pertarungan resmi yang ada wasitnya sangat lazim kalau ada yang kalah dan ada yang menang. Dan dalam dua kali pertarungan mereka harus diakui Jokowi lebih tangguh dan lebih perkasa. Ini realita dan fakta.

 

Setelah ucapan selamat dari Prabowo kepada Jokowi secara langsung dalam konferensi pers di stasiun MRT Senayan tadi maka usai sudah babak akhir kontestasi Pilpres 2019. Jadi bagi almarhum dan almarhumah kamprettt yang selama ini masih sok ngotot dan sok nyinyir berbusa-busa, saran saya sudahi saja semua kebodohan yang kalian lakukan. Pertandingan sudah usai, wasit sudah memutuskan siapa pemenangnya, gedung pertandingan sudah dikosongkan, lampu stadion sudah dimatikan, kedua petarung sudah saling berpelukan dan makan bersama, masak kalian masih teriak- teriak tidak legowo. Kalian selain mendzolimi alam semesta, juga mendzolimi diri sendiri lho.

Juga bagi emak-emak yang ngotot membuat pernyataan tidak mengakui Presiden Jokowi, kalian berarti telah melawan kehendak Tuhan dan alam. Disamping tindakan kalian tanpa makna dan sia-sia belaka, kalian telah mempermalukan diri sendiri. Dan yang pasti kalian akan menyakiti diri sendiri. Karena setiap hari selama 5 tahun ke depan kalian akan stress berat setiap melihat Presiden Jokowi berkibar membawa Indonesia ke etape kemajuan Indonesia. Kalian akan menjadi paranoid, setiap melihat TV selalu was-was : "Ada Jokowi gak ya ?" Deg deg deg 

Era kecebong militan pun usai sudah. Tidak perlu lagi stress melihat atau membaca postingan "kaum somplak nalar". Tidak perlu juga ditanggapi ujaran kebencian yang mereka lakukan. Cuma kalau ada yang terindikasi kelakuan mereka kelewat batas dan melanggar hukum, tinggal laporkan ke pihak kepolisian saja. Beres kan. 

Hari ini saya akan tunduk dan takzim dengan himbauan Presiden Jokowi. Saya tidak akan menyebut diri kecebong militan atau mereka kampret pekok lagi. Saya akan mengubur kecebong dan kampret dengan iringan doa syukur dan dengan tahlil 7 hari 7 malam. Dus artinya kalau ada orang yang berlagak sok kekampret-kampretan, saya anggap itu hanya arwah kampret yang gentayangan. Kita hanya perlu bacakan ayat kursi, mereka akan raib kepanasan. Mudah bukan ?

Apa yang terjadi hari ini akan membuat Jokowi tenang dan lega membacakan Visi Indonesia di Sentul International Convention Center besok Minggu 14 Juli 2019. Saya berharap para pendukung Jokowi pun tidak over acting dan melampiaskan kegembiraan secara over dosis. Biasa saja. Kita harus empati dengan perasaan saudara kita yang sedang menangis meratapi penderitaan mereka. 

Saya saja merayakan syukuran pertemuan dua petarung tangguh hari ini hanya dengan nonton film Spiderman far from home, mau ikut ?

Salam SATU Indonesia,
13072019

(Sumber: facebook Rudi S Kamri)
Sunday, July 14, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: