Mereka Mulai Lagi Mau Merontokkan Jokowi

ilustrasi

Oleh : Iyyas Subiakto

Saya sdh katakan beberapa kali akan ulah Anis yg selalu dibilang tolol dsb, dia bukan tolol, dia pintar dan licik. Apalagi orang-orang dibelakangnya yg kita tau sbg orang *besar* tapi punya masalah besar, dan sasarannya besar.

Sejak awal Anis berhasil menguasai Jakarta dia sdh menjadi kepala dikolam kecil, bukan menjadi buntut di kolam besar. Dia menguasai Ibu Kota.

Prilakunya menjadi pembangkang jelas, karena yg mendukung adalah oposisi yg ada di tulang rusuk Jokowi. Latar belakangnya juga sdh selalu di bahas sejak dia kuliah dia USA masuk kepada komunitas apa, dan dia di jadikan apa, untuk misi apa, dia berhasil disusupkan dalam tanda kutip seberapa besar sisa batinnya akan selalu bersama Indonesia. Apa masih seperti air yg masuk ke tanah, atau hanya seperti toa yg bicara dgn air mengalir.

Sekarang didepan mata, di mulai saat pandemi ada, perhatikan siapa saja yg ngotot mau lock down, dan Jokowi menolak, karena pertimbangannya bkn cuma COVID tp mencakup kehidupan ekonomi dan perut orang banyak.

Kelanjutannya, Jakarta melakukan PSBB beberapa kali hasilnya nol, hanya anggarannya yg mengalir terus seperti air bah tak jelas arah, diawal pandemi saja ada duit ngerusak Monas 560 milyar yg semua orang terdiam seolah baru di bekam oleh manusia berotak kelam.

Kenapa kok dia seolah bak ahli sihir yg bisa membuat orang terkesima tak bisa apa-apa, apa kalau dia di jemput atau di pedot terus Amerika datang bawa armada dan kondisi thn 65 terulang utk yg kedua kalinya. Kita tidak bisa meraba karena itu ada di benak mereka yg mendua antara negara dan kepentingan semata.

PSBB ulangan semalam merontokkan harga saham IHSG senilai 300 triliun, ini luar biasa, secara finance ini sdh memporak porandakan keuangan pemilik usaha yg ada di bursa, dan menggoyahkan pondasi ekonomi kita. Belum lagi ada potensi PHK 15 jt tenaga kerja, dst. Hal ini bukan permainan biasa, ini kerjaan terencana yg butuh dukungan kerjasama.

Kita harus ingat beberapa kali pasca pemilu Jakarta mau dichaoskan, dianya pura-pura pergi kemana, pulangnya ngangkat keranda pendemo yg mati konyol, tapi dia tak datang ke asrama polisi yg dilalap api. Bagaimana dia ribut PSBB tapi izin demo dan deklarasi KAMI dia setujui, semua sudah jelas, apa masih juga mulut kita teriak dia idiot, jangan-jangan kita yg idiot, dia makin berotot.

Kita selama ini masih yakin Jokowi piawai memainkan bidak dipercaturan negara, langkah kudanya bisa mematikan musuhnya, tapi kita juga tidak bisa terus terlena dan over confidence bhw tidak akan terjadi apa-apa, gerakan KAMI yg terus merangsek kedaerah itu adalah sebuah simtom bhw pergerakan membuat orba jilid dua masih tetap ada. Mereka punya dana, dan masih banyak tenaga, apakah kasus Ciracas hanya soal berantem biasa, haha jgn salah sangka, tiba-tiba bisa saja masjid dan gereja di bakar masa hanya karena ayat dan toa.

So, mulai waspada tingkat dewa jgn cuma teriak terbakar pikiran yg di takar, pakai nalar agar kita tersadar bahwa disekitar kita ada rencana besar yg tak ingin Indonesia berjalan diatas rel yg benar.

Baca gestur dan statement mereka para pemangsa. Agar jelas mana yg cinta tanah air dan mana yg kentir.

Sumber : Status Facebook Iyyas Subiakto

Wednesday, September 16, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: