Mereka Induk yang Melahirkan Anak-Anak Radikalisme

Oleh: Dahono Prasetyo

 

Hasil "kerja" lembur semalam bersama beberapa teman "tak kasat mata". Di kamar masing-masing menjelajahi riuh medsos yang seharian dihebohkan peristiwa radikalisme. Bertukar informasi, menganalisa bersama hingga sepakat bahwa mereka ini juga potensi nyata radikalisme di dunia "tidak nyata"

Aksi "sorak sorai" menanggapi insiden berdarah kepada pemimpin institusi negara mencerminkan intoleransi telah memenuhi ruang-ruang interaksi sosial kita. Bahkan tidak menutup kemungkinan, ide pelaku penyerangan berawal dari ujaran kebencian sebelumnya yang dinikmatinya, seolah olah sedang berebut menjadi "pahlawan" bagi kelompoknya. 

 

Mereka yang pada saat salah satunya tertangkap, lantas buru buru saling melupakan demi menyelamatkan diri sendiri. Dan sang "pahlawan" menjadi pahit dikenang, ditinggal pergi kawan se-imannya. 

Ini bukan hanya tentang seorang korban bernama Wiranto, tetapi persatuan bangsa sedang berupaya dipecah. Bibit radikalisme akan senantiasa tumbuh saat propaganda kebencian tidak diusut tuntas. Mereka menawarkan petaka berseragam imajinasi Agama. Merekalah para induk yang melahirkan anak anak radikalisme. Mereka pula yang harus bertanggungjawab atas kerusakan akhlak di media sosial

Usut tuntas secepat mungkin, karena pisau radikalisme sudah mendekat ke Istana siapapun Presidennya. Ataukah harus menunggu jatuh korban berikutnya yang lebih sadis dari yang sudah terjadi?

Mereka yang jumlahnya tidak seberapa sudah waktunya diberantas. Jangan biarkan mereka membesar dalam imajinasi kita. Pola mereka sudah terbaca, tinggal bagaimana mempersempit ruang kuasanya demi menyelamatkan narasi narasi kebaikan yang selama ini mereka kaburkan.

Cc :
#BNPT
#CybercrimePolri
#Kemenkominfo
#BIN

Inilah Kumpulan Akun-akun yang sebarkan berita Palsu dan Hoaks Soal Penusukan Wiranto

https://arrahmahnews.com/…/kumpulan-cuitan-negatif-netizen…/

 

(Sumber: Facebook Dahono Prasetyo)

Saturday, October 12, 2019 - 14:30
Kategori Rubrik: