Mereka Cuma Pengamat Politik Tolol, Politikus Prihatin dan Golongan Islam Munafik

ilustrasi
Oleh : Tito Gatsu
Pada akhir -akhir ini Kita melihat banyak sekali momen-momen yang berusaha menggoyang pemerintah , bahkan provokasi untuk demo-demo yang "diharapkan akan berakhir anarkis".
Sebenarnya demo Itu terkesan dilakukan oleh fihak yang sama dan bisa ditebak, jika menyangkut Undang-undang dan konstitusional akan muncul wajah-wajah lama yang seolah-olah mengusung intelektual nasionalis ,yang terdiri dari para pengamat politik "Tolol " hingga para elit politik "Politikus Prihatin" didukung oleh golongan Islam 'Munafik ".
Apabila terjadi penyebab atau amunisi untuk menggoyang umat islam seperti kejadian di sumba maka golongan Islam "Munafik" akan maju Paling depan dan didukung oleh para pengamat " Tolol " dan para politikus "Prihatin", Karena mereka saling melengkapi bahkan jika pada saat tidak ada momentum yang pas mereka akan membuat acara yang bisa menimbulkan gesekan- gesekan ujung-ujungnya "Golongan Islam munafik" terzolilmi dan begitu seterusnya karena mereka sebenarnya satu tim yang solid dan saling melengkapi.
Sekarang Kita jabarkan siapa saja mereka?
Siapa Pengamat politik tolol?
Mereka biasanya para politisi yang sudah uzur dan sudah tidak terpakai lagi baik dipemerintahan ataupun di organisasi kemasyarakatan lainnya , mereka sempat menjadi pejabat dan penikmat uang rakyat , misalnya menjadi mentri, Pejabat eselon 1 hingga komisaris BUMN. Ada juga para nara sumber yang menikmati hidup dari populeritas dan dibayar oleh pihak -pihak tertentu sehingga mampu meruntuhkan idealisme mereka , biasanya mereka menjadi host di acara-acara televisi.Ada juga bekas komisaris Utama BUMN terkemuka yang rela mengorbankan intelektualitasnya mewawancarai orang lukusan SD dan gak pernah mondok dipesantren (dari "Golongan Islam Munafik yang nanti Akan saya jelaskan juga siapa mereka) untuk mendeskreditkan NU , organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Siapa Politikus Prihatin?
Politikus Prihatin ini adalah politikus yang selalu mencari panggung tapinya kalah melulu dalam panggung Demokrasi Indonesia , cirinya mereka adalah para politisi yang ada disenayan, para petinggi Partai bahkan mungkin juga ada mantan presiden dan wakil Presiden tapi kata Saya kan Masih mungkin
Mereka biasa hidup dari uang rakyat Indonesia dan kekayaannyapun diatas rata -rata orang Indonesia lepas halal atau tidak halal mereka menikmati gaji dan fasilitas dari rakyat Indonesia baik sebagai anggota dewan, ketua partai atau mantan presiden dan Kita pun tidak tau bisa saja "katakan tidak padahal korupsi!"
Siapa Golongan Islam Munafik?
Nah ini dia golongan yang Paling fenomenal yang mewarnai perpolitikan di Indonesia , golongan ini selalu membawa sentimen Agama (ngerti gak ngerti yang Penting ngaku bela islam dan main hajaar!).
kenapa saya sebut golongan Islam "Munafik", Itu Tak lebih karena sikap reaktif mereka yang hanya menunjukkan passion mereka memang demo dan asal bicara keras tanpa logika yang Panjang . Mereka Punya barisan demo bahkan mobil yang sudah didisain untuk demo dan lengkap dengan toanya tapi sekarang sudah disita Polisi, kacian deh lo! mereka Juga punya orator2 ulung yang bisa membakar masa apalagi dengan tambahkan bahan Bakar amplop dan Nasi Bungkus sekarang bohirnya udah mulai ketauan dan takut ditangkep Polisi jadi agak kendor
Masuk golongan ini Tak perlu pintar yang penting mau ikut para imamya apapun bisa jadi bahan buat demo dan biasanya sangat membenci NU dan Pemerintah.
Bila merujuk pada UUD 45 yang dibangun oleh Founding Father Kita begitu banyak penyelewengan yang dilakukan para mereka (golongan Pengamat Politik tolol, elit politik Pembela garong dan golongan Islam Munafik ), seharusnya Kita sebagai warga Negara berpikir secara obyektif Dan bukan memutar balikan fakta dengan seolah-olah Umat Agama tertentu teraniaya! , Apanya yang teraniaya ? .
Kita punya MUI yang seharusnya menjadi regulator, sebenarnya MUI didirikan Pemerintah Orde Baru sebagai corong Pemerintah setelah dua Ormas Islam besar NU dan Muhamadiyah dilarang untuk berpolitik. Dan alat rujukan atau legitimasi pemerintah untuk menyelaraskan dengan isi UUD 45 dan merupakan penjelasan dari Pancasila sesuai pasal 29
"Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."
Dulu pasal ini dijadikan alat orde baru untuk menyerang PKI yang diberi stigma tidak mengakui Tuhan Dan kejam Dan menjadi alat ampuh melakukan pembunuhan masal , agama memang alat yang ampuh untuk melakukan pembunuhan masal (lihat kekejaman ISIS di Timur Tengah Serta beberapa kasus Terorisme) Karena orang mabuk agama akan lupa dengan kemanusiaan.
Tapi semenjak Tahun 2004 (Masa Pemerintah SBY) Fungsi MUI sebagai regulator Islam di Indonesiapun mulai menghilang bahkan lembaga ini hanya berfungsi sebagai lembaga pencetak label halal bagi perusahaan yang akan membuka industri makanan di Indonesia dengan kriteria yang kurang transparan.
Bahkan ketika pada tahun 2017 mencetak Fatwa Haram bagi non Muslim memimpin DKI dan pencetak label kasus penistaan agama.(peristiwa lebaran kuda)
Hmm sungguh miris permainan politik di negri ini yang dirancang oleh para elit politik bahkan saya pribadi punya anggapan bahwa kekuatan "Islam garis tengah" ini memang dirancang untuk menyelamatkan dan melanggengkan kekuasaan dinasti cendana dan cikeas karena terbukti secara jelas mereka punya ambisi politik , Cendana dengan berbagai proxinya yang sering Kita lihat di Medsos mengadakan rapat-rapat Dan koordinasi dengan sekelompok keturunan Arab Dan PA 212 bahkan mereka mendirikan partai Berkarya setelah Golkar mengatakan mendukung Pemerintah dan SBY memberikan suksesi ketua umum partai demokrat kepada anaknya AHY .
Seperti kita ketahui pada Pemerintahan SBY yang boleh dibilang pembangunan saat itu tidak berjalan dengan baik , korupsi bahkan meliputi para kader hingga ketua umum partai termasuk para ketua Partai pengusungnya , antara lain Ketum PKS LHI, Ketum PPP SDA bahkan Ketum Partai Demokrat sendiri AU, ditambah jajaran mentrinya ramai-ramai masuk Bui , pada Pemerintahan SBY ini dirangkul semua da'i dan Ormas Islam melalui yayasan dan pengajian Darusalam banyak Ormas tak jelas yang dibiayai dari APBN .
Bahkan FPI atau HRS yang awalnya bersebranganpun dirangkul dengan tujuan perolehan suara pada periode kedua beliau menjabat dan menyiapkan untuk regenerasi bagi putranya.
Tapi rakyat dan Tuhan memang tak Pernah bisa ditipu Karena AHY memang belum siap untuk menjadi pemimpin , kubu Jusuf Kalla malah mendapatkan keuntungan dengan menjadikan Anies sebagai Gubernur DKI.
Jadi sampai kapan isyu agama ini akan dimainkan tergantung kekuatan modal para dinasti itu mampu memodali mereka yang terus akan melanggar UUD 45 dengan memaksakan argumentasi Bela agama karena jelas sebenarnya digunakan untuk alat kekuasaan mereka memenuhi ambisinya .
Semoga Umat Islam semakin cerdas dan tidak mudah terprovokasi hal-hal yang justru merugikan umat islam itu sendiri dan NKRI serta tentunya menjaga kerukunan beragama dengan kembali kepada Pancasila Dan UUD 45.
Salam kedaulatan rakyat.
Sumber : Status Facebook Tito Gatsu
Sunday, February 28, 2021 - 16:45
Kategori Rubrik: