Meramaikan Insiden Selandia Baru, Melupakan Yaman

ilustrasi

Oleh : M Yusmadi

Menyedihkan.
Berita Yang Pernah Terluput Dari Media Mainstream Internasional

Baru Baru Ini.
Dunia Di Gemparkan Oleh Penembakan Yang Di Lakukan Secara Brutal Di Linwood Islamic Center Dan Di Mesjid Al Noor Deans Avenue Linewood Christchurch Selandia Baru Oleh 
Brenton Tarrant Asal Grafton New South Wales Australia Yang Merupakan Simpatisan Ekstrim Sayap Kanan Pada Hari Jum'at 15 Maret 2019 Kemarin.
Dan Seketika Ramai Ramai Semuanya Mengucapkan Bela Sungkawa Di Sosial Media.

Padahal Jauh Sebelumnya.
Pada Tahun 2015.
Tepatnya 4 Tahun Yang Lalu Pernah Terjadi Tragedi Yang Nyaris Sama Di Bumi Yang Penuh Keberkahan Yaman.
2 Buah Bom Bunuh Diri Yang Di Lakukan Oleh Jaringan ISIS Yaman Yang Beraliran Radikal Khowarij Wahabi Mengguncang Sebuah Mesjid Al Badr Milik Syi'ah Zaidiyyah Yaman Ketika Sedang Berlangsungnya Pelaksanaan Sholat Jum'at.
Bom Dengan Daya Ledak High Eksplosive Ini Mengakibatkan Tewasnya 130 Orang Yang Terdiri Dari Orangtua Dan Anak Kecil

Mirisnya.
Tidak Terdengar Sedikitpun Aksi Bela Tragedi Di Yaman Ini Ketika Itu.
Hampir Semua Media Mainstream Internasional Menutup Rapat Berita Tersebut.

Bahkan Di Tanah Air Sendiri Tidak Terlihat Sama Sekali Aksi Bela Yaman Ataupun Aksi Peduli Tragedi Yaman Seperti Yang Sering Di Gaungkan Oleh Kaum Wahabi Di Saat Menggelar Aksi Perduli Syiria.
Lalu Dimanakah Letak Keadilan Itu ?
Karena Hingga Sekarang Keadaan Negeri Yaman Masih Dalam Kondisi Yang Menggenaskan Akibat Serbuan Kerajaan Khowarij Wahabi Arab Saudi Beserta Sekutunya Yang Kejam Dan Tidak Berperikemanusiaan.

Padahal.
Korban Akibat Aksi Kejam Manusia Durjana Ini Sama Sama Berasal Dari Muslim.
Korban Di New Zealand Adalah Muslim
Korban Di Yaman Pun Juga Muslim

Mereka Semuanya Harus Menjadi Korban Di Saat Yang Mulia
Ketika Melakukan Kewajiban Yang Sama
Di Hari Yang Sama
Di Waktu Yang Sama
Dan Di Lakukan Oleh Pembunuh Berdarah Dingin Dengan Dalih Yang Sama Pula.
Yaitu Kelompok Yang Sama Sama Menganggap Siapapun Yang Berbeda Dengannya Adalah Musuh Utamanya.

Kedua Peristiwa Yang Memilukan Ini Adalah Fakta Dan Bukti Nyata
Bahwa Teroris Itu Bisa Berasal Dari Agama Apa Saja
Dan Bisa Berasal Dari Negara Serta Suku Bangsa Mana Saja.

Ingat !
Tidak Ada Agama Yang Mengajarkan Kebencian Dan Kedengkian Terhadap Sesama Manusia.

Sehingga Jika Ada Pelaku Kebiadaban Yang Melakukan Aksi Kejinya Dengan Alasan Yang Mengatasnamakan Tuhannya.
Maupun Berdalih Demi Untuk Membela Agama.
Maka Itu Adalah Murni Kesalahan Pemikiran Dan Kegagalan Paham Si Pelakunya Dalam Meresapi Ajaran Serta Perintah Agama.

Janganlah Mempolitisasi Tragedi Kemanusiaan Yang Terjadi Di Dunia.
Bangkitkan Rasa Simpati Dan Empati Anda.
Do'akanlah Kebaikan Untuk Semuanya.
Dan Berhentilah Berpolemik Yang Hanya Akan Memperkeruh Suasana.

#StillPrayForYaman

Catatan ✓
Link Source ✓
https://www.nytimes.com/…/suicide-attacks-at-shiite-mosques…

Sumber : Status Facebook M Yusmadi

Thursday, March 21, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: