Meragukan WHO

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

"Bro! Aku sudah baca tulisanmu. Salah satunya tentang usulan Bilik Ultraviolet untuk membunuh Covid-19. Sepertinya kamu meragukan pernyataan WHO bahwa Sinar UV tak mampu membunuh virus itu. Apa kamu lebih paham dari WHO?"

Saya tidak sedang meragukan kompetensi dan kapasitas WHO. Tapi bagi saya, sah-sah saja jika saya meragukan kredibilitas dan independensinya. Sama halnya jika saya meragukan independensi sebuah Lembaga Survey. Dimana isinya adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya. Jadi kita harus bisa jeli dan bisa membedakan antara Profesionalitas, Kompetensi dan Independensi. Termasuk juga terhadap lembaga dunia seperti WHO.

Sikap saya ini bukanlah tanpa alasan. WHO pernah meninggalkan jejak konspiratif atas hal-hal yang berkenaan dengan virus dan vaksinnya. Ini pernah coba diungkap oleh Menteri Kesehatan kita di era SBY-JK. Sikap kritis serta semangatnya memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan justru berujung pada penjara.

Ibu Fadilah Supari pada tanggal 6 Januari 2008, pernah merilis buku "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung". Buku ini berisi mengenai konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan "senjata biologis" dengan menggunakan virus flu burung. Untuk ulasan lengkap tentang ini, bisa dibaca di link berikut ini:

http://theglobal-review.com/mengenang-perlawanan-siti-fadi…/

Jadi, sekali lagi bukannya saya merasa sok lebih paham dari WHO. Tapi bagi saya sebuah logika sederhana bisa dipakai untuk mencerna dan menganalisa sebuah fenomena. "Siapa memanfaatkan Siapa. Dan Siapa yang diuntungkan, Siapa pula yang dirugikan."

Bayangkan jika Bilik Ultra Violet yang Low Cost karena sekali dibuat untuk penggunaan Long Term ternyata memang mampu mencegah Covid-19, siapa yang paling dirugikan? Patut diduga adalah raksasa pembuat Vaksin yang bisa memanfaatkan siapa saja sebagai kaki tangannya (lembaga, mass media, peneliti dsb). Dan akhirnya, lagi-lagi kawan saya ini berkata: "Ah, Teori Konspirasi!"

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Tuesday, March 24, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: