by

Menyoal Putusan MK

Oleh : Wahyu Sutono

Untuk sahabat-sahabat yang kemarin marah dan menuduh saya “Membabi Buta” membela keluarga Presiden Jokowi terkait dengan pendapat saya tentang gugatan batas usia Capres/Cawapres, mari kita kembali bersatu.

Saya pun tidak tahu pendapat saya itu salahnya dimana, terlebih pendapat saya tidak didasari dengan kepentingan apapun, dan tidak didasari oleh niat berpihak kepada siapa pun, selain kebaikan semata. Toh nyatanya bahwa gugatan dimaksud terbukri ditolak oleh MK dari segi batas usia, namun ada putusan lainnya:
.
.
MENYOAL PUTUSAN MK

Mengingat putusan MK tidak hanya berlaku bagi pihak pemohon, namun berlaku mengikat pada pihak lain, atau berlaku kepada semua orang, maka MK akan memberikan kepastian hukum yang mengacu pada rasa keadilan.

Dengan demikian, MK sangat mungkin akan memutuskan atas gugatan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu terkait usia minimal capres-cawapres menjadi 35 tahun hari ini sesuai kaidah hukumnya.

Penulis meyakini bahwa putusan MK akan independen meski Ketua MK Anwar Usman adalah ipar Presiden Jokowi. Oleh karenanya penulis tidak ikut-ikutan sibuk menyerang MK sebagai mahkamah keluarga, karena itu jelas tidak elok, sebab memutuskan pun belum.

Yang perlu mendapat catatan khusus bahwa kedudukan MK ada sembilan orang, dan dari kesembilannya tentu tidak dapat dikatakan ada superioritas antara satu dan lainnya, atau masing-masing tentu akan menjaga integritasnya, selain menjaga marwah MK.

Sementara sikap penulis sendiri sejak awal tegas menolak gugatan ini, karena mudah terbaca bahwa hal itu hanya untuk kepentingan pragmatis. Beda halnya bila dilakukannya setelah Pilpres 2024, atau gugatannya dikabulkan tapi berlaku untuk Pilpres 2029, itu pun dengan catatan berikut :

  1. Bahwa usia minimal menjadi 35 tahun, namun memiliki pengalaman setidaknya menjadi Gubernur.
  2. Bahwa usia maksimal menjadi 65 tahun, kecuali bila yang di atas 65 tahun memiliki prestasi yang spektakuler dan ada surat dokter yang menyatakan tidak pernah mengalami sakit berat serta tidak kambuhan penyakitnya.

Karenanya, dibawa rilex saja dan tidak usah ikut teraduk-aduk emosinya oleh opini atau ulasan banyak pihak yang seolah ahlinya ahli, intinya inti. Terlebih hingga ada pengamat ternama yang berani mengatakan putusannya sudah dikabulkan karena info A1, walau cuitannya kemudian dihapus. Bahkan ada yang mengajak Golput atau melawan, dan lain sebagainya.

Bawa saja politik itu sebagai seni, agar kita tetap riang menyikapi dinamika politik yang kadang mengejutkan, menggelikan dan lebay. Berhenti berpolemik dan saling olok-olok, karena itu yang disukai oleh pihak yang ingin NKRI ini tidak damai dan mundur kembali. Apapun putusan MK nanti adalah mengikat dan final yang harus kita terima bersama, suka tak suka. Apa boleh buntet kan?

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed