Menyoal Mesin Tap ON TransJakarta

ilustrasi

Oleh : Jonminofri Nazir

Kemarin ada berita gembira bagi pengguna Transjakarta. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo kepada Kompas.com, Selasa, mengatakan bahwa 100 unit mesin top on bus (TOB) sudah dipasang di 100 unit transjakarta.

Berita ini tidak lengkap. Banyak pertanyaan yang belum terjawab perihal cara pembayaran di transjakarta nonkoridor ini. Misalnya, beberapa item di bawah ini:

SATU. Mengapa baru 100 mesin TOB yang terpasang? Tentu Manajemen Transjakarta membeli mesin ini tidak ketengan. Atau petugas transjakarta hunting mencari mesin TOP ini sampai Lindeteves Trade Center (LTC) di Hayam Wuruk, atau kelilling ke Ace Hardware, Solusi, Mr DIY, atau toko perkakas lain.

DUA. Kapan unit transjakarta lain (800 unit?) dipasangi mesin TOP? Tidak ada penjelasan di berita ini. Apakah Manajemen Transjakarta tidak berani berjanji akan memasang TOP di semua unit transjakarta paling telat akhir tahun ini seperti janji Dirut Transjakarta sebelumnya?

TIGA. Pembaca menjadi ragu pada kesiapan manajemen transjakarta memasang mesin TOP selesai akhir tahun ini. Seperti disebut di atas, manajemen membeli mesin ini tentu tidak ketengan, dan mesin ini pasti bukan hasil dari perusahaan rumahan. Alat canggih ini sudah pasti diproduksi oleh perusahaan modern, yang membuat mesin ini secara massal. Tentu mereka tidak memproduksi mesin TOP ini satu unit sehari atau 5 unit sehari. Jadi, mestinya, jika hari ini bisa dipasang 100 unit, mestinya pekan depan bisa dipasang lagi 100 unit lagi atau lebih banyak. Dan pekan berikutnya lebih bannyak lagi. Mungkin dalam delapan pekan sudah selesai pemasangan unit mesin TOB ini.

EMPAT. Apa kira-kira penyebabnya sehingga pemasangan mesin ini tidak dijanjikan selesai pemasangannya dalam waktu dekat:
- apakah benar manajemen Transjakarta membeli mesin ini dengan cara berkeliling dari toko ke toko? Tentu saja hal ini tidak benar. Tapi mengapa unit mesin tidak tersedia?

- Atau kerjasama Manajemen Transjakarta dengan bank (penyedia kartu uang elektronik dan sistemnya) belum beres. Bisnis bank (dan keuangan) biasanya memberikan kepastian yang lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya karena menyangkut kepercayaan. Jangan-jangan pihak bank yang belum siap menyiapkan sistemnya? Tapi kalau dibilang bank kurang siap, rasanya tidak mungkin. Sebab, mereka selalu siap membuat sistem untuk tap KUE di pintu masuk halte busway, kereta api, MRT, dan LRT.

Sayang sekali wartawan kompas dan media lain yang menulis berita ini tidak menggali lebih lanjut kepada Manajemen TransJakarta tentang TOB ini.

Kita tak tahu apa yang terjadi mengapa pemasangan mesin yang kelihatannya sederhana ini begitu lama untuk ukuran perusahaan besar sekelas TransJakarta..

Sumber : Status Facebook Jonminofri Nazir

Thursday, August 8, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: