Menyoal IMB Perguruan Tinggi dan Pesantren

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ternyata masih saja menjadi PR bagi salah satu Perguruan Tinggi swasta di Kabupaten Cirebon. Entah apa penyebabnya sampai kemudian IMB tak kunjung diselesaikan. Apakah sedang dalam proses, belum diurus sama sekali, atau birokrasi yang berbelit-belit? Semua penyebab itu mungkin terjadi. Bola semakin menggelinding akhirnya semakin liar. Alih-alih persoalan IMB PT swasta tersebut diurus dengan tuntas, polemik berlanjut pada hal-hal yang tidak produktif. Salah seorang anggota DPRD justru melempar bola panas dengan menuding Pesantren-pesantren yang juga ditengarai tidak ber-IMB. Tak pelak pernyataan salah seorang anggota DPRD tersebut menyulut reaksi kalangan muda Pesantren.

Sebagai institusi yang mewadahi kalangan terdidik dan terpelajar, tentu saja saya menyayangkan permasalahan ini terjadi sedemikian berlarut. Rektor dan seluruh pejabat kampus mestinya sigap untuk mengurus IMB sampai tuntas. Bukan malah cenderung membiarkan yang justru semakin memperkeruh suasana. Jika ada kendala, misalnya berkaitan dengan birokrasi yang berpotensi berbelit-belit atau juga potensi pungutan liar, pihak kampus mestinya menempuhnya secara gentle. Saya sendiri menyayangkan sekali sikap dari pihak kampus yang bersangkutan.

Selain kepada pihak kampus bersangkutan, saya juga menyayangkan kepada anggota DPRD yang cenderung lempar tanggungjawab dan mendukung leletnya pengurusan IMB pihak kampus. Sebagai anggota DPRD mestinya ia menjadi jembatan agar permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan. Di sinilah tugas wakil rakyat Kabupaten Cirebon bisa dirasakan oleh publik. Sikapnya yang justru menuding Pesantren-pesantren (yang disinyalir banyak yang belum mengurus IMB) adalah sikap yang tidak dewasa. Kalau pun mau beritikad baik dan menyelesaikan masalah, bantu pihak kampus dan nanti bantu pihak Pesantren.

Kepada Dinas atau pihak terkait di dalam Pemerintah Kabupaten Cirebon juga mestinya lebih tanggap. Maksud saya, kalau benar ada indikasi melalaikan pengurusan IMB dari pihak kampus tersebut, mestinya segera diambil langkah tegas dengan melayangkan teguran atau langkah penyelesaian lainnya. Dinas terkait juga harus berkomitmen agar dapat menjalankan birokrasi yang tidak berbelit-belit dan tidak melakukan pungutan liar (pungli). Beginilah jadinya ketika semua pihak tidak bersikap dengan dewasa, akibatnya semakin memperkeruh suasana, sampai kemudian memicu aksi protes dari komunitas yang mengatasnamakan Lingkar Santri Cirebon yang kemudian dikabarkan akan melakukan aksi demonstrasi. Aksi semacam ini juga yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

Wallaahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Tuesday, July 7, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: