Menyelamatkan Pasien dengan Donor Plasma

ilustrasi

Oleh : Anto Parstoday

Terapi plasma telah dipertimbangkan di Republik Islam Iran sebagai cara untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh pasien terinfeksi virus Corona, COVID-19.

Meski metode tersebut masih dalam tahap uji klinis, namun telah dilakukan di Tehran, Qom, dan beberapa kota lainnya dan menunjukkan hasilnya.

Pendonor plasma ini adalah para mantan pasien COVID-19 setelah sebulan sembuh dari infeksi virus Corona. Plasma darah itu disuntikan kepada pasien yang masih sakit.

Plasma darah pasien Corona yang telah sembuh dianggap memiliki antibodi yang tinggi. Plasma darah merupakan bagian cair dari darah yang membawa sel darah, agen pembekuan darah, oksigen dan komponen kunci lainnya, termasuk antibodi.

Penanggungjawab program terapi plasma Iran Hassan Abolghasemi pada 14 April 2020 mengatakan, program penggunaan plasma darah milik pasien Corona yang sembuh untuk mengobati para pasien Covid-19, sudah dimulai di 6 provinsi Iran.

"Hasil awal penelitian menunjukkan penggunaan terapi plasma menurunkan 40 persen tingkat kematian pada pasien Corona dengan kondisi kritis," ujarnya kepada kantor berita IRNA.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour pada Kamis (23/4/2020) mengatakan, pasien COVID-19 yang sembuh meningkat dan hingga sekarang 64.843 pasien virus ini telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

"Sejak Rabu siang hingga Kamis siang ini, berdasarkan hasil tes laboratorium, ada 1.030 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi 87.026 orang," kata Jahanpour, Kamis siang.

Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 90 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia hingga sekarang mencapai 5.481 orang. Sementara 3.105 pasien dalam kondisi kritis.

Virus Corona telah menyebar ke lebih dari 111 negara dan jumlah korban jiwa akibat virus ini di seluruh dunia hingga Kamis pagi, 23 April 2020 telah mencapai 183.090 orang.

Lebih dari 2.628.143 orang terinfeksi COVID-19 dan 707.023 dari mereka telah sembuh. Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Amerika Serikat berada di urutan pertama yang memiliki kasus terbanyak terkait dengan virus Corona. 842.624 warga Amerika terinfeksi COVID-19, dan 46.785 dari mereka meninggal dunia.

Spanyol berada di urutan kedua. 208.389 warga negara ini tertular COVID-19, dan 21.717 dari mereka meninggal dunia. Negara berikutnya adalah Italia. 187.327 warga negara ini terinfeksi virus Corona dan 25.085 dari mereka meninggal dunia.

Negara-negara berikutnya yang memiliki kasus terbanyak COVID-19 adalah Prancis, Jerman, Inggris, Turki, Iran dan Cina.

Sumber : Status Facebook Anto Parstoday

Tuesday, April 28, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: