Menyanyilah Papa

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Dulu saya pernah sampai mempertaruhkan reputasi #SILIT saya karena memprediksi bahwa KPK pasti menang atas Papa Setnov. Meski seorang kawan yang pemerhati politik berkata bahwa tidak mungkin, karena Papa memiliki posisi tawar yang tinggi dengan Golkarnya sekaligus posisinya sebagai ketua DPR RI. Makanya Papa dikatakan Sakti karena posisinya itu. Salah satu yang dianggap kesaktiannya adalah dia bisa saja menawarkan "personal guarantee" kepada Presiden bahwa tidak akan terjadi Sidang Istimewa (baca: makar konstitusional) selama posisinya sebagai Ketua DPR RI dan "pengendali sidang".

Kini faktanya justru sebaliknya. Tanpa bisa ditawar, KPK menggelandang bahkan disaat Papa belum "pulih" benar. Jurus Sakit ternyata kalah Sakti dengan rompi oranye KPK. Nah dengan ditahannya Papa, apakah lantas membuat posisi politik Jokowi menjadi rawan? Ditambah lagi muncul wacana pencabutan dukungan dari Golkar sekaligus penggantian posisi Papa dari kursi ketua di partainya dan di Lembaga Legislatif?

Justru menurut saya, sekarang posisi bola ada ditangan Pakdhe. Pertama, polemik pergantian posisi Papa bisa berkepanjangan. Dan yang kedua, semua isu yang bisa dipakai sebagai "pintu masuk" untuk makar (PKI, Pribumi, Asing Aseng, Musuh Islam /UU Ormas) juga telah dimuntahkan habis dan bahkan kini terasa semakin basi dan tak laku. Justru yang akan mengejutkan nantinya adalah "Nyanyian Papa" yang akan berkolaborasi dengan irama "orkestra" Pakdhe. Tentu sebuah nyanyian yang terdengarnya begitu "memekakkan" telinga kelompok yang selama ini mati-matian mendelegitimasi posisi Pakdhe. Salah satunya adalah bagaimana kiprah Ahok yang dulu menolak skenario bancakan e KTP ini. Termasuk juga adakah "Nama Besar" selain Papa yang selama ini diam-diam berada dibelakang gerakan "makar". Oke, kita doakan semoga papa selalu sehat dan kita tunggu sama-sama bagaimana nantinya Nyanyian Papa.

Menyanyilah Papa!

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Monday, November 20, 2017 - 16:30
Kategori Rubrik: