Menutupi Kebaikan/Kelebihan dengan Keburukan

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Semoga tidak pusing baca judul di atas. Ada tiga tipe orang berdasar pengamatan:

1. Menutupi keburukan dengan "kebaikan". Di antaranya adalah mereka yang suka janji-janji politik lewat mulutnya yang manis, tapi maksud akhirnya adalah buruk. Bila terpilih, mereka berkeinginan untuk korupsi dan menipu rakyat. Semoga politikus kita tidak ada yang berperilaku seperti itu, kalau ada, semoga cepat insaf.

2. Ada orang yang untuk menutupi kebaikan dan kelebihannya dengan menampilkan "keburukan" atau "kekurangan". Kisah para wali tersembunyi banyak berkaitan dengan hal itu, malamatiyah. Ada wali nyamar jadi "gembel" lalu setelah dikenal orang, dia menghilang atau wafat. Ada juga orang yang linuwih dan waskitho tapi justeru dia tidak menunjukkan tampilan pisik sebagai indikasi bahwa dia orang linuwih. Dia berperilaku dan berpenampilan seperti orang awam. Contohnya, ada seseorang yang di masyarakatnya dikenal sebagai dukun, tapi justru orang ini pernah diutus Gus Dur untuk suatu tugas. Dukun adalah penyamarannya (nanti kalau pas momennya, akan saya tulis waskithonya beliau. Sekarang beliau sudah almarhum). Naifnya, saat ini ada orang-orang yang justeru "berjubah agama" tapi telah meredusir nilai luhur-adiluhung dan sakral yang ada dalam agama,. Apesnya, dia merasa berjuang, berjihad dan membela agamanya atas pihak yang "kafaro- yukaffiru-kufron wal kefir.

3. Orang yang menutupi keburukannya dengan keburukan yang lain, alias menumpuk keburukan. Cirinya, saat ada kasus keburukan, lalu dia membuat pengalihan isu entah dengan memfitnah atau membuat korban baru agar orang-orang melupakan keburukan yang awal. Mari kita berdoa agar terhindar dari perilaku seperti ini.
****

Pendekar kita ini mau menutupi kekurangannya atau kelebihannya ya? Yang jelas, dia kafaro alias menutupi wajahnya (malu atau apa ya?). Dia juga menutupi kayfiyat menjadikan minyak goreng yang panas agar terasa dingin dengan guyonan bahwa caranya adalah direndam air es tujuh hari tujuh malam tanpa lepas sedetikpun (siapa kuat mencelup air es tujuh hari tanpa lepas).

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Monday, October 7, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: