Menurut HTI, Islam Nusantara Itu Racun

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Suatu saat saya ditanya oleh aktivis HTI, kenapa saya tidak suka sekali alias benci sama HTI, terbukti saya banyak mengkritik HTI?

Kata orang Jawa, seseorang itu tidak bisa melihat punggungnya sendiri. Dalam konteks HTI, keburukan dan kelakuan kelompoknya terhadap pihak lain tidak pernah direnungkan apalagi dikoreksi. Kenapa? Ya karena merasa yang paling benar dan paling Islami dst.... Padahal kita hanya bertahan atas serangan mereka terhadap NKRI yg mau diambrukkan dan diganti dg khilafah.

Apa contoh keburukan dan kelakuan HTI terhadap gagasan NU? berikut ringkasan tulisannya sebelum situs resminya ditutup:

"Konsep Islam Nusantara sering dinisbatkan kepada Walisongo. Namun, itu hanya kedok untuk menutupi wajah sekularnya. Tampak dari luar indah, padahal faktanya memasukkan nilai-nilai Barat seperti moderat, inklusif dan pluralis yang dihiasi dengan kata damai dan toleran. Ini sangat kental dengan aroma liberal. Itu racun peradaban Barat yang sengaja disuntikan pada umat Islam. Semangat Islam Indonesia? juga lahir dari sentimen nasionalisme yang jelas berbahaya. Rasulullah saw. menyebut sentimen nasionalisme itu sebagai barang yang busuk. Wacana Islam Indonesia? atau Islam Nusantara? secara politik dimaksudkan untuk menolak negara Khilafah' (https://www.google.co.id/url…)

Selain HTI, FPI dan Persis juga mengkritik Islam Nusantara. 
1. FPI mengkritik Islam nusantara
https://www.google.co.id/url…
2. Persis juga sama mengkritik Islam Nusantara
https://www.google.co.id/url…

Mungkin ada yang tanya, kenapa HTI tidak mengkritik Islam terpadu dan Islam berkemajuan? Silakan tanya sendiri ya?

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Saturday, June 15, 2019 - 19:15
Kategori Rubrik: