Menunggu Ustadz Bakhtiar Nasir Bersimpati Soal Bom Mesir

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Kejadian Boom Bunuh Diri di Mesjid Kota Sinai Mesir pada waktu berlangsungnya Ibadah shalat Jumat kemarin diduga kuat dilakukan oleh gerakan Politik Islam Radikal Ikhwanul Muslimin yang selama ini mendukung Mursi.

Dan perlu kita tahu BN adalah salah satu orang yang menjadi corong gerakan Ikhwanul Muslimin ( IM ) di Indonesia.
Kita sudah cukup paham dengan sepak terjangnya di Indonesia selama ini. 
Ceramah-ceramahnya yang selalu menyuarakan khilafah dan menolak Pancasila dan Bhinaka Tunggal Ika sudah meracuni banyak orang, hingga isi ceramahnya itu telah mencuci otak sebagian kalangan bangsa Indonesia yang buta agama dan informasi Geopolitik untuk tidak punya kecintaan terhadap Tanah Air.
Daripada itu juga, BN adalah salah satu mesin penggerak utama aksi 411 dan 212 melalui GNPF nya yang hampir menjadikan Indonesia perang Saudara. 
Jika saja saat itu NU dan warganya tidak mengambil tindakan tepat, maka perang saudara benar-benar pecah di Negeri ini.

Kini, katanya BN telah meminta maaf kepada NU dan Warganya, namun menurut saya ada kejanggalan pada sikap BN sekarang, karena permohonan maafnya bertepatan dengan mulai turunnya kredibilitasnya dimasyarkat juga bertepatan dengan di tolaknya ia diberbagai daerah, ditambah lagi MUI yang selama ini di gadang-gadang sebagai kekuatan pelindung GNPF malah justru Fatwanya selalu bertolak belakang dengan GNPF. Tak pelak, merasa kecewa dengan MUI, Ketua GNPF Bachtiar Nashir mengganti nama yang semula GNPF-MUI, sekarang menjadi GNPF-Ulama. ( entah siapa Ulama yang dia maksud ).

Merasa dirinya banyak ditolak oleh warga NU diberbagai Daerah, BN kemudian meminta maaf kepada NU dan Warganya atas ceramah-ceramahnya selama ini, padahal jika memang dia merasa bersalah dengan ceramah-cramahnya, kenapa dia hanya meminta maaf hanya terhadap warga NU?. sedangkan yang dirugikan oleh ceramah-ceramahnya bukan saja NU dan warganya, namun seluruh bangsa Indonesia lintas (Agama, Suku dan Ras ) Apalagi orang-orang yang telah tercuci otaknya oleh isi ceramahnya.

Saya yakin, permohonan maaf semacam itu bukanlah permohonan maaf dari orang yang telah menyeasli kekeliruannya, namun permohonan maaf yg bermuatan agenda politik untuk memuluskan gerakannya di Pilpres 2019.

Maka dari itu, warga NU dan segenap elemen bangsa harus tetap waspada dengan satu orang ini, kita sebagai umat islam diharuskan memberi maaf jika ada yang meminta maaf, namun kita juga harus ingat dengan pesan Sayudina Ali Kw Suami Tercinta Putri Rasulullah Saw Fatimah Al-zahra yang mengatakan " berilah maaf kepada orang yang telah melakukan kesalahan kepadamu, namun jangan pernah sekali-kali kalian melupakan kesalahannya ".

Selagi BN belum meminta maaf kepada segenap bangsa Indonesia, saya tidak akan pernah percaya dengan pengakuan pertubatannya.

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Monday, November 27, 2017 - 14:45
Kategori Rubrik: