Menunggu Back Up NU dan Muhammadiyah Lawan Gerakan Intoleran

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Tulisan pak Abdillah Toha yang sedang ramai dibagikan kawan2 itu, sebenarnya sudah kerap dicorat-coret saya dan teman2 sepanjang 2 tahun ini. Sebuah tulisan yang bernas dan menggebrak karena beliau adalah salah satu pendiri PAN.

(Bersama Faisal Basri dan Goenawan Mohamad, pak Abdillah Toha adalah tokoh yang saya hormati saat saya masih mengidolakan PAN sebagai pendobrak dulu. Sayangnya beliau bertiga keluar karena sudah tak sepaham lagi dengan AR)

Inti tulisannya..
Ada sebuah kekagetan bagi 2 ormas Islam terbesar Indonesia, terutama NU, saat melihat bahwa para pembawa aliran garis keras dan puritanisme berhasil menguasai banyak mesjid di lokasi strategis. Termasuk mesjid2 kantor pemerintahan. Cek saja misalnya kenapa kampanye bernuansa SARA saat pilgub DKI yang sangat keras dan masif terjadi di beberapa masjid besar di jalan protokol. Misal di sebuah jalan strategis nan sibuk di Jakarta Selatan, yang terdapat 5 mesjid besar dalam 4 km

Dalam hal ini, model penguasaan mesjid (beserta pengurusnya) mulai masif dilakukan saat Soeharto tumbang. Saya melihat para pemuka agama yang moderat, yang mengkampanyekan pentingnya akhlak dan pendidikan yang inklusif, kalah agresif.

(Otokritik untuk PB NU setelah era Gus Dur yang melihat situasi umat terlihat baek2 saja)

Belum terlambat..
PB NU beserta PP Muhammadiyah (dimana pak Haedar Nasir cenderung sama dengan Buya Syafii) punya peluang besar menguasai keadaan.

Satu contohnya..
Meminta para pimpinan lembaga pemerintahan untuk mengevaluasi siapa saja pengurus2 mesjid dan musola kantor. Pimpinan kantor dan para eselon kantor pemerintahan bahkan menteri harus berani, walo mungkin akan sdikit bergejolak

Ini sudah bukan saatnya lagi "mayoritas diam", diam.

Jauuuuh lebih banyak umat Islam Indonesia yang toleran dan tidak puritan.

Jauuuuh lebih banyak umat Islam Indonesia yang menjauhi dakwah yang menakuti liyan dan minoritas

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, January 2, 2018 - 19:45
Kategori Rubrik: