Menunggu Bacaan KNKT

ilustrasi
Oleh : Ahmad Sarwat
Setiap baca berita kecelakaan pesawat, saya selalu tidak puas. Karena penyebab kecelakaan pasti tidak pernah disebutkan.
Biasanya kita disuruh tunggu, karena orange box belum ditemukan. Meski nama aslinya black box, tapi konon warnanya justru orange.
Andai pun si orangenox eh blackbox sudah ditemukan pun, tidak lantas bisa kita tahu penyebabnya.
Rupanya isi blackbox nya bukan pemberitahuan atau kesimpulan penyebab kecelakaan. Isi blackbox adalah sejumlah data termasuk rekaman pembicaraan capten di kokpit.
Jadi kapten pas lagi menjelang kecelakaan itu disuruh rekaman suara untuk menceritakan apa yang terjadi.
Cerita disini maksudnya bukan komen dan curhat, tapi hasil pembacaan data instrumen dan panel di kokpit, termasuk juga kalau ada rekaman komunikasinya dengan pihak ATC.
Isi blackbox masih perlu dianalisa. Pihak yang menganalisa disebut KNKT. Tidak ada satu pun pihak yang boleh melakukan analisa itu, bahkan meski dia seorang pilot kawakan.
Yang ada paling jauh hanya asumsi atau tebak-tebakan saja. Sama sekali tidak bisa dipertanggung-jawabkan.
Satu-satunya institusi yang secara sah, resmi dan valid mengeluarkan kesimpulan hanya KNKT. Nantinya, segala status hukum yang ditetapkan pengadilan harus merujuk kepada fatwa resmi KNKT.
Nah, nggak sukanya, hasil investigasi KNKT itu biasanya tidak keluar dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bisa saja keluarnya tahun depan, dimana kita malah sudah lupa kejadiannya.
Maka orang lebih suka baca berita gosip murahan yang muncrat bersama droplet mulut-mulut tukang obat kampungan. Isinya apalagi kalau bukan tuding sana dan tuduh sini. Lengkap dengan bumbu instan berupa cerita firasat-firasat orang sebelum kejadian.
Wartawannya kehabisan bahan. Mau memberitakan apa lagi. Satu-satunya berita yang ditunggu adalah penyebab dan proses kecelakaan. Tapi nunggu sampai tahun depan, medianya keburu bubar.
Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat
Friday, January 15, 2021 - 11:15
Kategori Rubrik: