Menukar Rajawali dengan Emprit

Ilustrasi

Oleh : Herry Thahjono

Di tengah pusaran pemberitaan Setnov - kita jangan pernah lupa satu orang yang sejak awal sudah berdiri tegak di atas poros kebenarannya - Ahok.

Dialah, seperti kata Nazaruddin : satu-satunya orang yang menolak keras pengadaan proyek e-KTP. Kebersihan hati dan cintanya pada rakyat membuat Ahok mampu 'meramalkan' bahwa proyek ini akan jadi badai politik.

Dan kini nalurinya terbukti. Badai itu datang, dagelan politik di tengah trilyunan uang rakyat yang dijarah. Para politikus busuk tetap hanya peduli akan keselamatan diri dan kekuasaan. Dagelan memuakkan digelar tanpa malu.

Dan rakyat hanya bisa melampiaskan frustrasinya melalui meme dan status di dunia maya. Ahok, lelaki itu sudah tahu apa yang akan terjadi - bukan karena dia 'sakti' - tapi karena kedalaman cintanya yang meluap pada bangsa dan rakyat. Rasa cinta itulah yang melahirkan ketajaman, kepedulian dan perjuangan.

Meski akhirnya dia dijerembabkan ke pojok gelap, tapi rakyat semakin paham : demikian langkanya mencari lelaki sekaligus pemimpin rajawali seperti Ahok di negeri ini.

Lalu.....menukar pemimpin rajawali itu dengan pemimpin emprit yang hanya riuh berceloteh - sungguh kecerobohan massal yang akan disesali sepanjang hidup....

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Sunday, November 19, 2017 - 19:45
Kategori Rubrik: