Mensyukuri Kemenangan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Cukup mengejutkan. Manakala saya mendapati Ust Yusuf Mansur mendukung Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin secara terang-terangan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 kemarin. Betapa tidak. Dalam hemat saya, hanya Ust Yusuf Mansur-lah "penyelamat" suara dari sebagian umat Islam atau lebih tepatnya teman-teman hijrah. Percaya atau tidak, sampai saat ini, Ust Yusuf Mansur masih mudah sekali mendapat bully dan caci-maki dari "mantan" jemaahnya sendiri. Ust Yusuf Mansur harus berhadapan dengan Ust-ust sepergaulannya seperti Ust Abdul Somad, Ust Adi Hidayat dan Aa Gym. Meskipun selain Ust Yusuf Mansur ada TGB Zainul Majdi, namun TGB masih bisa ditangkal oleh "Babe" Haikal Hasan--seorang yang belakangan juga sudah dianggap Ust oleh teman-teman hijrah, orang yang punya kemampuan debat sangat cerdik.

Untungnya Allah Swt., masih menakdirkan Jokowi untuk menjadi Presiden untuk periode kedua. Dan bersyukur juga, sebab pada periode kedua ini warga nahdliyin (NU) akan all out membentengi Kiai Ma'ruf Amin--yang notabene mantan Rais Am PBNU. Jadi nyaris, pemerintah Indonesia yang baru ke depan akan semakin kokoh. Dengan kawalan warga nahdliyin dan PBNU, itu artinya teman-teman hijrah dan teman-teman Muslim radikal--termasuk eks HTI--akan kesulitan "mengganggu" Jokowi. Sebab harus diakui bahwa tantangan paling berat pemerintah Indonesia adalah bukan siapa-siapa, kecuali teman-teman hijrah dan teman-teman Muslim radikal. Teman-teman hijrah dan teman-teman Muslim radikal-lah pihak yang paling lihai memainkan isu agama untuk mempengaruhi umat. Mereka yang militan dan begitu taat pada satu komando Habib Rizieq Shihab dan beberapa Ust panutannya; UAS, UAH dan Aa Gym.

Untuk itu, selain Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin harus semakin menggenjot kinerja pemerintahan, kita harus menambah stok tokoh agama selevel Ust Yusuf Mansur. Tipikal tokoh agama yang ceramahnya digandrungi banyak teman-teman hijrah dan teman-teman Muslim radikal. Saya coba sebutkan misalnya Ust Solmed, Ust Maulana, dan lain serupanya. Masih ingat bukan ketika Pilpres 2019 menjelang masa injury time, di mana dalam waktu yang berdekatan, UAS secara terang-terangan mendukung Prabowo sambil menghadiahinya tasbih, begitu pun dengan UAH yang mendukung Prabowo sambil menepuk-nepuk dada Prabowo, laiknya seorang Mursyid tarekat yang maha hebat. Bahkan UAH memberikan jaminan penyelamatan surga kepada Prabowo. Cara yang sangat memikat sekali kalangan awam.

Saya sendiri melihatnya berkali-kali manakala Ust Yusuf Mansur duduk satu forum dengan Babe Haikal Hasan dalam berbagai talk show di banyak televisi nasional. Ust Yusuf Mansur hampir selalu kelihatan "pucat" wajahnya, secara Babe Haikal dianggap senior oleh Ust Yusuf Mansur. Sebab hanya Ust Yusuf Mansur-lah orang yang mampu dekat dengan NU dan teman-teman hijrah, Muslim radikal, eks HTI dan Wahabi. Dai-dai NU yang viral seperti Gus Muwafiq, Kiai Anwar Zahid, Gus Baha dan lain serupanya masih jauh dari Ust Yusuf Mansur dari segi kemampuannya memberikan pengaruh dan militansi jemaah. Dai-dai NU alim luar biasa tapi itu tadi sulit diterima kalangan hijrah dan Muslim radikal. Lumayan ada Gus Miftah yang mampu menjadi pembimbing Deddy Corbuzier saat masuk Islam. Selebihnya, kita masih banyak kekurangan stok dai selevel Ust Yusuf Mansur.

Wallaahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Tuesday, July 2, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: