Menko Polhukam Mahfudz Md

ilustrasi

Oleh : Dahono Basuki

Di era Jokowi periode 2, ada kejutan yang dapat mencengangkan, yaitu dipilihnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
.
Dunia mengetahui betapa sengitnya perebutan kursi Presiden Indonesia di Pilpres 2014 dan 2019, serangan dalam kampanye di Pilpres 2014 sangat keras, sehingga sosok Jokowi sangat terhina..terhujat....terfitnah....bahkan itu terus berlanjut selama 5 tahun Jokowi menjabat Presiden berkat kemenangan nya di 2014...
.
Dalam pemilu 2019...Jokowi diserang melalui Medsos dengan sangat ganasnya..sejak 2017 anti Jokowi sudah di kampanyekan oleh pendukung Prabowo ..bahkan ranah agama dijadikan kendaraan untuk merusak citra Jokowi..sehingga kebencian terhadap Jokowi sudah mengakar di kalangan menengah kebawah, kaum intelektual juga banyak yang ikut terbawa untuk membenci sosok Jokowi..
Tapi dengan strategy dari Megawati memilih K H Maruf Amien...sebagai Wapres nya..maka kalangan menengah kebawah yang mendukung Prabowo goyah..dan mulai mendukung Jokowi...hasil akhirnya Jokowi menang untuk ke 2X nya dari Prabowo ..
.
Diranah elemen Partai Politik....Jokowi dengan gayanya merangkul banyak Parpol ..dan berhasil ..karena kinerja PDIP..di pemilihan Legeslatif 2014 dan ..2019...sangat membantu Jokowi untuk dapat merangkul banyak Parpol untuk mendukungnya..
.
Setelah begitu dahsyatnya proses kampanye Pilpres ..Jokowi berhasil menang ..Tapi yang mencengangkan adalah Jokowi memilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan nya..sebagai pembantunya Jokowi dalam menjalankan Pemerintahannya...
Dunia Internasional juga heran..kok bisa..Rivalnya..dapat ikut menjadi Pembantunya atau Menteri dalam kabinetnya Jokowi ?...
Disinilah...pola pola manuver politik seakan akan jadi tidak sewajarnya dalam manuver gerak Politik ..di dunia..
.
Apakah Jokowi memberi kebebasan penuh kepada para menterinya untuk bergerak ?
Ternyata tidak...pernyataan Presiden Jokowi sudah memberi tanda tanda itu ...
1. Para menteri periode 2..dinyatakan hanya meneruskan Kinerja dan program target hasil para menteri di periode 1.

2. Presiden Jokowi menyatakan tidak ada visi misi menteri...yang ada hanya visi misi Presiden.
.
3. Semua para menteri boleh berdebat hanya didalam rapat kabinet ..untuk mempertahankan pendapatnya..tetapi setelah diputuskan oleh Presiden Jokowi dalam rapat kabinet...maka keputusan Presiden menjadi visi misi Presiden ..jika ada Menteri yang punya pendapat yang berbeda dengan visi misi Presiden dan pendapat itu dinyatakan diluar sidang kabinet...maka Presiden Jokowi sudah memperingatkan di awal pidato politiknya ketika dilantik jadi Presiden...yaitu akan mencopot jabatan Menteri yang berbeda pendapat itu...
.
4 . Presiden Jokowi juga memberi hak veto kepada para Menteri Kordinatornya..sehingga Menko dapat membatalkan kebijakan para menteri dibawah kordinasinya...dalam hal ini pengawasan para menteri ..Presiden dibantu oleh para Menteri kordinatornya..
.
5. Dipilihnya para Wakil Menteri..ini ada dua tujuan ...yang utama untuk membantu tugas para menteri agar dapat cepat memberi hasil dan yang kedua untuk saling mengingatkan..agar tidak melenceng dari Tugas Pokok dan Fungsi ( TUPOKSI ) masing masing.
.
Contoh yang paling menonjol adalah Fungsi Menkopolhukam , Menhan dan Wakil Menhan..
Disinilah hebatnya managemen Presiden Jokowi untuk para mentri dan Wakil menterinya...sehingga para menteri, wakil menteri benar benar dapat dikontrol oleh Presiden Jokowi...SALUTE..

Wahyu Sakti Trenggono, Wakil Menteri Pertahanan

Wahyu merupakan Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019. Kepada wartawan, Wahyu mengaku diminta menjadi Wamen Pertahanan. Dia akan membantu Prabowo Subianto dalam mengembangkan industri pertahanan di Tanah Air.

Presiden Joko Widodo melantik sejumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju pada Jumat (25/10/2019) siang.

Sumber : Status Facebook Dahono Basuki

Sunday, October 27, 2019 - 19:45
Kategori Rubrik: