Menjual Ketololan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Sejak Jokowi memimpin Indonesia kt baru nyadar banyak yg selama ini merayap didasar. Termasuk kemunafikan yg makin melebar.

Lihat pd pilpres 2014 mereka menyerang dgn segala cara. Isu PKI, Cina, sampai agama Jokowi dibilang tak jelas. Jokowi menang mereka makin meradang, koalisi dibangun utk menghadang, DPR disetting bak kandang singa yg siap melahap apa saja yg dikerjakan Jokowi. Akal sehat mereka tiba2 bisa sesat. Jokowi dianggap tak bisa cepat, lambat, namun sejatinya Jokowi menghambat prilaku para bangsat yg sudah lama melumat hak2 rakyat yg berdaulat.

 

 

# Ganti presiden itu salah satu tanda mereka tak kuat, 5 thn nafsu malingnya tersumbat. Mereka gantian maunya Jokowi di hambat, sayang mereka terlambat rakyat sudah begitu terpikat hasil kerja sang penggiat.

Manuver murahan, mulut bak comberan, tak terkecuali sang mantan yg terus jualan generasinya yg dipaksa jd produk unggulan, tapi akhirnya jd dagelan. Pikirannya mau buat dinasti dan kerajaan, semua dia paksakan. Ini sama saja ibarat jualan, hidangannya bagus disajikan, namun rasanya hambar jauh dibawah " markobar ".

Ketololan permanen juga terus disuarakan via pak tua yg makin gila. Pendek kata semua oposisi yg mau melawan Jokowi jd kayak anjing menyalak di kandang sendiri, suaranya kesana kemari, lantai kandangnya tercemari karena mereka kencing dan berak sambil berdiri. Selain suara yg memekakkan telinga sekarang kita dipaksa mencium bau aroma menusuk dari moral busuk.

Tugas kita menyadarkan orang2 yg cuma menutup hidung dan telinga, asal tidak mendengar dan mencium bau yg ada. Mereka lupa bila kandang itu tak dipindahkan maka nyalak dan bau tinja yg bercampur kencing akan terus ada. Ruang kita akan dicemarkan selamanya. Dan Indonesia, kelak cuma bisa menyalak tapi tak bisa berdaya. Terus kapan bisa jadi seperti Kroasia bs jadi juara dunia...ah..kapan ya..semoga Jokowi memasuki priode kedua agar harapan itu makin bisa menjadi kenyataan.

Kita menanti Indonesia akan menjadi juara dunia. Bukan karena bolanya, tapi karena wibawanya, termasuk Islam Nusantara yg bakal jd rujukan Islam dunia.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, July 16, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: