Menjawab Kader PKS yang Menuduh Gibran-Selvi Berzina

 

Oleh: Gunawan

Muhammad Fadri A R, seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ramai di-bully di media sosial. Pasalnya, ia mempertanyakan tentang menantu Presiden Jokowi yang usia kandungannya 7 bulan.

“Nikah baru enam bulan, usia kehamilan sudah tujuh bulan? Atau hal demikian sudah lumrah dan legal? Atau beritanyakah yang salah?” demikian tulisnya di media Facebook.

Statusnya tersebut bisa dipahami bahwa Fadri menuduh putra dan menantu Jokowi telah melakukan perzinahan sebelum menikah. Sayangnya, tuduhan tersebut tidak benar. Ada dua penjelasan yang bisa diberikan.

Pertama, upacara tujuh bulanan atau mitoni, yang lazim dilakukan oleh masyarakat Jawa, memang dilakukan ketika usia kehamilan genap enam bulan, dan memasuki usia tujuh bulan. Upacara tujuh bulanan dilakukan pada usia kandungan 6 bulan menuju 7 bulan. Namanya memasuki bulan ke tujuh. Dalam kalender Jawa 1 bulan kan 28 hari. 

Kedua, jika dihitung dari masa subur, kehamilan Selvie memang telah memasuki usia 27-28 minggu.

Pada tanggal 11-6-2015 pernikahannya, jika waktu pernikahan si wanita dalam masa subur (14 hari setelah HPHT pada siklus haid 28 hari), kemungkinan langsung hamil. Hari pertama ia dapat haid terakhir (HPHT)-nya itu kemungkinan tanggal 28-5-2015, jadi perhitungan usia kehamilan dapat kita hitung dari HPHT-nya. Sehingga, pada tanggal 26-12-2015 usia kehamilannya 27-28 minggu (7 bulan).

Sampai artikel ini diturunkan sepertinya status Muhammad Fadri telah dihapus oleh yang bersangkutan. Walaupun sudah dihapus banyak netizen yang sempat meng-capture sehingga dia tidak bisa lagi berkutik dan mengelak dari tuduhan perlakuan hate speech dan perbuatan tidak menyenangkan kepada putra dan menantu Jokowi yang baru saja melangsungkan nujuh bulanan atau mitoni.

Pihak berwajib juga segera mengusut kasus ini karena telah mempermalukan keluarga Jokowi dan Gibran yang selama ini memang sangat terpukul dengan media yang selalu melecehkan Gibran. Masih ingat kan waktu saat pilpres kemarin bahwa Gibran dituduh anak haram? Tentu dia akan semakin benci kepada media yang sangat tendensius kepadanya.

Tuduhan kader PKS ini telah menyalahi imbauan ketua umum PKS Sohibul Imam yang baru sowan ke istana kemarin. Namun kader PKS yang sempat menjadi caleg gagal itu sangat tidak pantas, dan inilah contoh mengapa PKS tampak bermuka dua. Entah apakah ucapan Presiden PKS itu semata basa-basi atau sikap resmi partai, tapi jika memang sikap resmi, semestinya diikuti kadernya juga agar berhenti hate speech terhadap Presiden Jokowi dan keluarganya.

 

Sumber: Kompasiana

Monday, December 28, 2015 - 14:30
Kategori Rubrik: