Menjawab Dosa Turunan Ala Gatot Nurmantyo

ilustrasi
Oleh : Dahono Basuki
 
Generasi Anak, Cucu dinyatakan bersalah karena kesalahan Bapaknya , Kakeknya, Moyangnya, Leluhur nya.
Generasi Anak , Cucu , Cicit, akan mengutuk dan berusaha tidak mengakui Bapaknya, Kakeknya, Moyangnya, Leluhur nya..karena saat ini generasi Anak, Cucu, Cicit mengalami tekanan karena bukan dosa dosanya .
SEMUA ITU DAPAT MEMICU KEHANCURAN DAN KEPUNAHAN BANGSA INI .
Karena generasi Anak, Cucu, Cicit akan mencari identitas baru yang diawali menghina generasi Bapak, Kakek, Moyang dan Leluhurnya .
.
Adilkah dosa keturunan itu ?!?
Megawati meminta pendukungnya untuk tidak menghujat Suharto walau Megawati melihat langsung bapaknya yaitu Bung Karno sangat di sia siakan pada akhir hidupnya oleh Suharto..
Megawati : " Saya melihat bapak saya digeletakkan begitu saja, dalam hati saya berkata , Pak someday you Will be back " .
.
Megawati melarang pendukungnya untuk menghujat Suharto, dalam rangka untuk memutus dendam keturunan karena begitu ganti Presiden...dendam itu akan terulang lagi dan akan terjadi terus menerus setiap pergantian pemimpin...menurut Megawati ini tidak boleh terjadi..karena anak bangsa akan selalu rusuh dan pemimpin tidak akan pernah dapat tenang dalam menjalankan tugasnya untuk memajukan bangsa ini.
.
Saat ini menjelang akhir September..atau menjelang G30S PKI ..selalu ada kecurigaan bahkan tuduhan bahwa PKI akan bangkit melalui Keturunan2 nya .
.
Inikah yang disebut dosa keturunan...adilkah itu..?!?
Dan saat ini Kelompok KAMI menuduh keturunan PKI akan bangkit dan akan melawan negara...ini sudah sangat tidak adil dan busuk sekali..
.
Jika pola itu dipakai kepada yang lainnya . bagaimana dengan keturunan DI TII, keturunan PRRI , Prabowo yang bapaknya pernah Memberontak terhadap NKRI ?!?
Bagaimana keturunan Suharto, yang dilengserkan mahasiswa Reformasi'98 karena dianggap Suharto tidak Benar sehingga dilengserkan ?!?
Bagaimana dengan keturunan penikmat Orde Baru dari Golkar ( Mahasiswa Reformasi'98 menuntut Golkar dibubarkan ) dan bagaimana keturunan dari organisasi Politik lainnya yang jaya di era Orba ?!?... Termasuk TNI dan POLRI ?!?
APAKAH MEREKA SEMUA TIDAK MENGALAMI DOSA KETURUNAN ?!?
.
Bagaimana dengan dosa keturunan karena orangtuanya Koruptor, Pembunuh, Maling, Teroris, Copet, Pelacur, Penipu, Penjagal, pengkhianat, Pemerkosa, Perampok, Tukang Selingkuh, Penjudi, Tukang Ngadu Ayam, Bodoh, Culas, Licik, Pendosa, Murtad...... apakah keturunannya pasti meneruskan apa yang diperbuat orang tuanya ?!?
APA ARTI PERUBAHAN JAMAN ?!?
APA ARTI POLITIK USANG DAN POLITIK MODERN ?!?
ITUPUN MEREKA BERI NAMA NEO PKI..
UJUNGNYA GENERASI ANAK, CUCU SUDAH MEREKA PECAH DENGAN PENGKOTAK-KOTAKAN.
KAPAN NEGARA INI AKAN DAMAI DAN SEJAHTERA ?!?
DIMATA " KAMI" HANYA MEREKA YANG MAMPU MELAKUKANNYA
.
Kelompok KAMI mengirim surat ke Presiden Jokowi..menyatakan anak anak keturunan PKI akan membangkitkan PKI ?!?
INI SUDAH TUDUHAN YANG SANGAT KEJAM DAN BUSUK ..kelompok KAMI melakukan ini hanya untuk menarik simpati keturunan2 Orde Baru...dan tanpa mereka sadari..bahwa itu sudah memecah belah kesatuan anak bangsa Indonesia...antara keturunan penikmat Orde Baru dengan keturunan lainnya..dalam hal ini pola Suharto atau Orba benar benar dipakai oleh kelompok KAMI.. siapapun yang tidak mendukung KAMI akan dituduh akan membangkitkan PKI...padahal tujuannya hanya meminta Presiden Jokowi memerintahkan TVRI untuk memutar film pemberontak G30S PKI ..tapi permintaan itu dibarengi dengan politik pecah belah anak bangsa yang tidak berdosa. Ini benar benar Jahat Sekali .JAHAT SEKALI
.
///...SURAT TERBUKA PRESIDIUM KAMI KEPADA PRESIDEN 015/PRES KAMI/B/IX/2020
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa.
KAMI mendoakan semoga Saudara Presiden dalam keadaan sehat walafiat dan dapat mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya.
Saudara Presiden yang mulia;
KAMI dan banyak rakyat Indonesia pada setiap Bulan September menyandang suasana kebatinan penuh keprihatinan dan trauma akan peristiwa-peristiwa makar Partai Komunis Indonesia/PKI yang terjadi pada bulan ini. Masih mengiang di ingatan generasi bangsa, betapa kekejaman PKI pada Pemberontakan Madiun 18 September 1948. Kala itu Kaum Komunis membunuh para ulama, santri, dan rakyat yang tidak berdosa, hanya karena mereka tidak bersetuju dengan ideologi komunisme. Tujuh belas tahun kemudian, tepatnya pada 30 September 1965, PKI kembali melakukan makar dan kekejaman, yakni mereka membunuh tujuh jenderal TNI Angkatan Darat secara biadab (membunuh dan memasukkan jenazah mereka ke dalam sumur di Lubang Buaya). Makar dan pemberontakan itu dilakukan PKI, baik prolog maupun epilognya, dengan tindak kekerasan dan kekejaman pembunuhan terhadap rakyat, khususnya para ulama dan santri.
Peristiwa makar dan kekejaman PKI pada 1948 dan 1965 menoreh sejarah kelam bahkan hitam dalam sejarah kebangsaan dan kenegaraan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Adalah jelas bahwa PKI dan Kaum Komunis tidak bersetuju, dan ingin selalu merongrong Negara Pancasila, baik dengan upaya menggantikan Pancasila, maupun dengan memperjuangkan penafsiran dan pemerasan terhadap Pancasila, sehingga Pancasila kehilangan esensinya.
.
Saudara Presiden yang mulia,
Beberapa waktu terakhir ini, KAMI dan banyak rakyat Indonesia merasa prihatin dan membangkitkan trauma dengan adanya gejala dan gelagat kebangkitan neo komunisme dan PKI Gaya Baru. Hal demikian tidak lagi merupakan mitos atau fiksi, tapi sudah menjadi bukti. Anak-cucu Kaum Komunis ternyata sudah menyelusup ke dalam lingkaran-tingkatan legislatif maupun eksekutif. Sebagian mereka sudah berani memutarbalikkan sejarah, dengan menyatakan bahwa PKI adalah korban, dan kalangan non PKI khususnya umat Islam sebagai pelaku pelanggaran HAM berat terhadap orang-orang PKI. Mereka menutup mata terhadap fakta sejarah, bahwa Kaum Komunis Lah yang lebih dahulu membantai para ulama dan santri, menyerang pelatihan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), GP Ansor, dan aksi-aksi sepihak PKİ terhadap para petani. Mereka juga ingin mengingkari fakta sejarah bahwa Kaum Komunis Yang membantai para Jenderal TNI.
Bahkan, Saudara Presiden, sebagian dari anak-cucu PKI itu sudah berani secara demonstratif meneriakkan kebanggaan menjadi Anak PKI. KAMI dan banyak rakyat Indonesia meyakini bahwa upaya adu domba sesama warga masyarakat (khususnya sesama Umat Islam dan antar umat beragama), penyandungan (bullying) hingga pembunuhan karakter (character assasination) terhadap lawan politik merupakan cara-cara Kaum Komunis, yang juga pernah dilakukan pada masa lampau menjelang makar atau pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965.
Secara khusus, Saudara Presiden, KAMI dan rakyat Indonesia sangat trauma, karenanya meyakini bahwa adanya RUU tentang Haluan Ideologi Pancasila/RUU HIP, dan usulan baru RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/RUU BPIP) adalah upaya merendahkan, meremehkan, menyelewengkan, dan menyalahgunakan Pancasila.
.
Saudara Presiden yang mulia,
Berdasarkan semua itu, maka kami yang bergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia/KAMI, dan meyakini banyak rakyat indonesia yang mendukung dengan ini menuntut hal-hal sebagai berikut
Pertama, Presiden Joko Widodo dan pemerintahan yang dipimpinnya untuk bertindak serius terhadap gejala, gelagat, dan fakta kebangkitan neo komunisme dan/atau PKI Gaya Baru yang sudah nyata dan tidak perlu lagi ditanya, di mana?
Kedua, Presiden Joko Widodo dengan kewenangannya sebagai Presiden meminta DPR untuk tidak melanjutkan pembahasan tentang RUU Haluan Ideologi Pancasila dan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, bahkan agar menarik RUU HIP dari Prolegnas dan tidak memproses RUU tentang BPIP.
Ketiga, Presiden Joko Widodo sesual kewenangan yang dimilikinya menyerukan lembaga-lembaga Pemerintah dan lembaga-lembaga penyiaran publik, khususnya TVRI, untuk menayangkan Film Pengkhianatan G 30-S/PKI dan/atau film serupa agar rakyat Indonesia memahami noda hitam dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Begitu pula, agar pelajaran sejarah yang menjelaskan noda hitam tersebut diajarkan kepada segenap peserta didik, tidak dikurangi apalagi dihilangkan. Ingat pesan Bung Karno, Jasmerah, jangan sekali-kali lupakan sejarah."
Saudara Presiden yang mulia,
KAMI berkeyakinan bahwa tuntutan tuntutan di atas adalah konstitusional dan
rasional. Jawaban Presiden terhadap tuntutan tuntutan itu akan menunjukkan derajat kenegarawanan, komitmen kepada Pancasila, dan sikap penolakan terhadap komunisme atau PKI dalam berbagai bentuk dan penjelmaannya.
Demikianlah Surat Terbuka ini disampaikan, sebagai bentuk keterbukaan dan
pelurusan sejarah kebangsaan Kepada lejaring KAMI di daerah-daerah dan
manca negara agar mengawalnya.
.
Dalam rangka memperingati kebiadaban PKI pada tanggal 30 September 1965, KAMI menyerukan kepada segenap rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang pada tanggal 30 September 2020, dan dalam rangka merayakan Hari Kesaktian Pancasila, agar pada tanggal 1 Oktober 2020 menaikkan bendera tiang penuh.
Merdeka!!
Jakarta, 22 September 2020
PRESIDIUM
KOALISI AKSI MENYELAMATKAN INDONESIA
Gatot Nurmantyo
Who KIMIM
Rochmat Wahab
M. Din Syamsuddin
.
.
DOSA KETURUNAN ?!?
Manusia yang merasa keturunan dari Adam dan Hawa tidak akan masuk Surga karena ada Dosa Keturunan yang dilakukan Adam dan Hawa.
Didunia tercatat hanya Yesus yang disebut Sang Penebus atau Juru Selamat yaitu menebus dosa manusia Keturunan Adam dan Hawa, walau banyak yang menyangkal itu
 
Sumber : Status Facebook Dahono Basuki
Saturday, September 26, 2020 - 19:15
Kategori Rubrik: