Menjadi Jihadis Medsos Ala MCA

Ilustrasi

Oleh : Mahbub Hefdzil Akbar

Ini screenshot tahun lalu, ketika dulu saya ingin bergabung (sekarang grup ini ganti nama)

Syarat gabung adalah menjawab pertanyaan (terkadang tdk jelas) Onta/babi?, hitam/putih?, bahkan di grup sejenis disuruh sumpah cinta habaib. Saya gabung karena mereka tdk sebut nama habibnya. Saya cinta Habib Quraish Shihab. Di grup cuma silent reader, ternyata memang banyak hoax, kebencian atas nama agama, propaganda samar sehingga bagi yang malas mikir dan polos, emosinya akan diaduk-aduk dan iman tiba-tiba setinggi tiang sutet yang siap menyetrum apapun.

Bayangkan hoax muazin dibunuh dishare ratusan ribu! dgn jutaan pembaca hanya dalam beberapa hari. Usia para admin adalah 40 an, 37, 29 dll, usia produktif dimana tidak mungkin mereka hanya sekadar iseng, perilaku itu sudah jadi profesi, terlatih, bahkan admin sdh menggunakan teknik mirror link, tak mungkin dia amatir.

Menghajar grup medsos/website produsen hoax, penyebar kebencian seperti ini jauh lebih hemat energi ketimbang harus debat, counter attack, diskusi panas, adu urat dengan para korban hoax, apalagi mengorbankan persaudaraan dan persahabatan. Terlalu sayang... apalagi penyebar hoaks itu sebenarnya adalah korban dari pembuat hoaks. Dosen gaptek, ustadz dan jamaah polos itu hanyalah korban dari ketidaktahuannya. Beritahu dengan sopan, ramah tanpa sedikitpun menyerang wibawanya.

Kecuali bagi yang sudah kecanduan hoax syar'i yang tiap jam super aktif share di grup WA/FB. Yang seperti ini, cukup diruqyah, bacakan ayat kursi, diusap dengan tahu bulat 3x, suruh dia tahan nafas 15 menit, dijamin dia tidak menyebar hoax lagi.
Trust me it works!

Abu Abu al Similikity alias Cak Tengtong alias.... (Udah ah, nanti ketahuan)

Sumber : Status Facebook Mahbub Hefdzil Akbar 

Sunday, March 25, 2018 - 13:15
Kategori Rubrik: