Menjadi Bijaksana

ilustrasi

Oleh : Nana Padmosaputro

NGGAK USAH GEGER, DRAMATIK & LEBAY.
~ cintai diri dan orang lain saja.
~ jadilah manusia bijaksana.

Disclaimer :
Untuk menghindari serangan kejang otak ketika membaca postingan ini, disarankan untuk membaca tautan ini dulu :

https://www.facebook.com/100017404159440/posts/647557522501047/?d=n

Jika mengabaikan, resiko di tangan pembaca.

*******

Windia Praba Shinta :
mbak Nana boleh minta link Kinsey Testnya yg paling akurat ngga? Soalnya kucari di google banyak banget.. Pernah coba satu, itu cuma pertanyaan-pertanyaan biasa, kaya ga menggali psikologi manusia yang terdalam... Apa emang gitu ya?

Nana Padmosaputro :
Kinsey test itu sebetulnya ‘nggak ada’.

Yang beredar di Web hanyalah kumpulan pertanyaan yang MEMBANTU kita untuk merenungkan sejarah seksual kita sendiri. Mulai dari ketertarikan, rasa nyaman berteman, bisa punya emosi kuat (sayang banget) dengan siapa, mengkhayalkan hubungan seksual, sampai PERNAH melakukan hubungan seksual dengan siapa..

Hubungan seksual yang dimaksud BUKAN cuma intercourse ya. Tapi saling memegang tangan, mengelus, meraba atau ciuman.... sudah termasuk dalam aksi seksual.

Riset Kinsey yang asli, bentuknya bukan kuesioner. Tapi wawancara mendalam. Pertanyaannya? Ya seperti yang sudah kutulis di atas, bertanya soal-soal itu. Lalu digitalisasi.... gitu lho.

Riset Kinsey yang asli tidak diedarkan di internet. Tapi bisa diminta di Kinsey Instute, oleh para peneliti yang membutuhkannya.
Orang awam nggak bisa minta hehehehe

*****

Jadi ya, kurasa test online ini cukuplah membantu kita MERENUNGKAN diri sendiri dan mengenali KECENDERUNGAN diri...

Semua alat test, yang paling canggih sekalipun, tetap membutuhkan KEJUJURAN DIRI untuk menjawabnya.

Di sinilah...... ketika kita mengisi kuesioner pribadi (yang hasilnya tidak kita kumpulkan kepada siapapun)..... :
kita justru bisa MENGUKUR DIRI KITA SENDIRI, sejauh mana kita jujur pada diri sendiri, sebesar apa nyali kita untuk menerima kemungkinan-kemungkinan apapun tentang diri sendiri, dan sejauh mana kita bisa bersikap obyektif pada diri kita sendiri.

Bagiku, kuesioner ini bukan cuma mengukur kadar hetero-homoseksual di dalam diri kita... tapi juga mengukur ‘nyali’ kita hehehehe

*******

Di dalam diri kita semua, ada kecenderungan homoseksual. Ini ada statistik demografinya dari berbagai negara :

77.5% adalah heterosexual eksklusif.
2.1% cenderung heterosexual,
0.6% adalah bisexual,
0.4% cenderung homosexual
1.6% adalah homosexual eksklusif
17.8% tidak bersedia menjawab pertanyaan

Ini kuesioner sederhana yang bisa dipakai :
https://www.idrlabs.com/kinsey-scale/test.php

Ini sumber info statistikal itu :
https://en.m.wikipedia.org/…/Demographics_of_sexual_orienta…

——
CATATAN :
Siapa di sini yang bisa melihat, bahwa aku bekerja keras mengajak kalian semua jadi orang RASIONAL & HUMANIS...?

Aku bisa bicara soal apapun : LBGT, hak anak, pemberdayaan lelaki-perempuan, kualitas pendidikan, lingkungan, dll... semuanya adalah ajakan untuk : please jadilah manusia yang luhur....!!! Jangan cuma wujudnya saja yang homo-sapiens; tapi otak dan mentalnya tidak sapiens.

Homo Sapiens : Manusia Bijaksana.
Ini nama species kita.
Please behave accordingly...!

Sumber : Status facebook Nana Padmosaputro

Thursday, July 2, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: