Menimbang Ulama Di Barisan Jokowi dan Barisan Prabowo

Ilustrasi

Oleh : Salman Faris

Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama didukung kelompok ulama.

Bedanya, ulama yang keras-keras, gemar memaki, rajin memprovokasi membangkitkan emosi umat, lisan sering tak terjaga, memandang Pilpres sebagai ajang perang atau jihad, umumnya berkumpul di kubu Prabowo.

Sementara ulama santun, berakhlak, senantiasa menjaga lisannya, penyeru perdamaian, mengutamakan persatuan umat, memandang Pilpres sebagai ajang Fastabiqul Khairat (berlomba dalam kebaikan), mereka berada di barisan Jokowi.

Pilihan ada ditangan anda. Mau mengikuti kelompok ulama yang mana. Ulama yang berakhlak mulia atau ulama yang ugal-ugalan.

Ulama adalah pewaris para nabi. Dan salah satu misi utama kenabian adalah melestarikan akhlak mulia di muka bumi.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

(HR. Al-Bayhaqi dalam al-Sunan al-Kubrâ’ (no. 20782), al-Bazzar dalam Musnad-nya (no. 8949) Imam Bukhari dalam Al Adaab Al Mufraad hal 42, Ahmad 2/381, Al Hakim 2/613, Ibnu Saad dalam Thabaqaatul Kubra (1/192), Al Qudhaa’iy dalam Musnad Asysyihaab No.1165).

Setelah memposting ini, saya harus bersiap menerima caci maki dari para pengikut ulama ugal-ugalan.

Sumber : Status Facebook Salman Faris

 

Sunday, December 16, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: