Menimbang "Kekuatan" Somad Jika Jadi NU

Ilustrasi

Oleh : Iik Fikri Mubarok

Kalau orang NU sampe membahas tentang Keilmuan Somad ya namanya keterlaluan, wong santri NU yg model Somad itu gak Kehitung kok.

Ilmunya Somad itu ya Biasa-biasa saja gak ada yg istimewa, masih sama dengan Santri-santri NU pada Umumnya bahkan santri NU yang ilmunya lebih daripada Somad Yo gak Kehitung Juga. Hanya saja mereka tidak diekspos oleh media karena ada muatan setimentil media terhadap NU.

Somad kelihatan sedikit bisa itu karena dia belum pernah disandingkan denganpara Santri NU, terlebih dengan Kyai NU. wong Idrus Ramli yang dijlukuki singa Aswaja olehng yg ngajinya Gradag-grudug Pake Bendera saja ketika kumpul dengan para Kyai dan Ustadz NU dia hanya mendapatkan satu suara kok, satu suara itupun milik dia sendiri. 

Apalagi cuma Somad yang sekarang mendadak mendapat gelar Imam Besar Umat Islam Oleh Grombolan yang sama ketika menjuluki singa Aswaja kepada Idrus Ramli.

Saya sendiri sering menemukan banyak kesalahan Somad ( entah dia sengaja atau tidak ) ketika memahami sebuah Hadits atau maqalah yang ia sampaikan ketika ceramah. Ini menunjukkan bahwa Somad itu sebenarnya masih kelas santri biasa, belum santri elite, apalagi sampai derajat kyai.

Jadi Somad itu besar bukan karena ilmunya atau perjuangannya melainkan karena dibesarkan media dan para politikus yang punya kepentingan dengan Somad, dan biasanya orang yang dibesarkan media itu tidak lama nama besarnya, sebentar lagi juga namanya tenggelam ditelan masa yang singkat. Wong dia berjuang dakwah juga baru kemarin sore tapi namanya lebih besar melebihi para pendakwah lainnya yang sudah berdakwah puluhan Tahun.

Sumber : Status Facebook Iik Fikri Mubarok

Tuesday, January 2, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: