Menimbang Cak Imin Sebagai Wapres

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Menurut saya..

Cak Imin trlalu melebihkan "jasa"nya memenangkan Jokowi di Jatim. Sekaligus mengcounter beredarnya hoaks masif dari Obor Rakyat dan sejenisnya saat itu.

Almarhum mbah 'yai Hasyim Muzadi lah yang membuat sebagian kyai pesantren di Tapal Kuda (salah satu sub kultur di Jatim) akhirnya menjadi percaya Jokowi muslim dan tidak anti Islam. Setelah beredarnya Obor Rakyat

Sayangnya..
Waktunya tidak cukup untuk Madura. Di 4 kabupaten di Pulau Madura, Jokowi rata2. kalah telak, hanya beroleh 20-35%

Saya rasa situasinya berbeda saat ini..

Sub kultur Mataraman dan Arek tentu saja condong ke Jokowi. Tapal Kuda juga mgkn sama setelah masyarakat melihat hasil kerja Jokowi dalam 4 tahun ini. Di Madura, kalopun Jokowi masih kalah, persentasenya tak akan setelak 2014

Dari hal di atas, Cak Imin tentu saja berperan dalam mengkapitalisasi suara untuk Jokowi 2014. Hanya saja, beliau tak boleh menggunakannya untuk menekan Presiden agar memilihnya menjadi cawapres

NU kultural di Jateng juga besar. Sebagian NU kultural di Jatim juga sudah ke Jokowi. Rasanya bukan Cak Imin yang akan masuk dalam pilihan NU kultural di 2 provinsi basis NU itu.

Sosok Mahfud MD (eks ketua pemenangan Prabowo 2014), saya rasa lebih bisa diterima banyak pihak di keluarga besar NU. Nyantri, cerdas, berintegritas dan ahli hukum. Sesuatu yang bisa memperkuat elektabilitas Jokowi

Satu lagi..
Coba cek rekam jejak Cak Imin sebagai menaker 2009-2014. Bagus atau tidak

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Sunday, March 4, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: