Menimang JK, Membenamkan Lainnya?

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Semalam sempat menjadi hot news dlm 12 jam di Metro,bhw PDIP & Golkar berniat memasangkan kembali JK dgn Jokowi. Ada bbrp asumsi knp dua partai besar ini membuat manuver seolah tdk ada lagi orang yg layak mendampingi Jokowi dlm priode kedua mengurus Indonesia.

Andai2 pikiran macan, kl kijang yg datang manis dagingnya,kl buaya yg lewat keras kulitnya.

 

 

Kompetisi pengulangan pilpres 2014 sdh hampir pasti cuma ada Jokowi dan Prabowo, makanya ada joke bhw Jokowi presidennya tinggal cari wakilnya. Sementara PS sdh disiapkan 9 wakil oleh PKS, Jokowi boro2 ngomongin wakil, dia sendiri blm pernah bcr bhw dia mau mencalonkan diri, saya fokus kerja bgt jawabnya bila ditanya. Ya itulah Jokowi manusia minim kemaruk jabatan apalagi gaya2an, walau yg merasa mau jd wakilnya kepedean, keranjingan pasang iklan malah jd cibiran, wapres pinggir jalan sukanya selfie2an.

Siapa wakil Jokowi, knp bgt mendebarkan. Ya krn siapa wakilnya akan menentukan kelangsungan rencana kerjanya yg telah ditancapkan utk Indonesia kedepan. Terus knp PDIP dan Golkar malah memilih pak JK yg sdh uzur, pdhl potensi disekeliling Jokowi bnyk jg yg mumpuni, Sri Mulyani, Susi, dan Mahfud yg sdh diperhitungkan.

Ada isu bhw PDIP dan Golkar tdk mau ada putra mahkota elusan Jokowi, jd kl JK yg dipasangkan, 2024 pertarungan terbuka bs siapa saja calonnya, terus yg rugi siapa, ya rakyat Indonesia, krn estafet mendudukkan orang disamping Jokowi dgn pola learning by doing akan sirna jika JK dipaksakan menjadi wakil lagi. Kasat mata reputasi JK dgn bakat mengganggu msh menjadi trade mark, bgmn dia menempatkan Anies yg akhirnya merusak Jakarta didepan mata, kemana tg jawab JK, bgmn pikirannya terhadap Indonesia, apa hatinya cuma disemayami kepentingan dagangnya,cuma dia yg bs menjawabnya. Hanya saja kita bukan orang buta yg cm dikasi cerita, kita bs melihat fakta.

Lihatlah kelakuan partai yg merasa Indonesia mereka punya, bukannya sdh didepan matanya contoh Jokowi bs berkerja bersama timnya, knp tdk dicari penerusnya dari sana, bukankah harusnya mrk malu knp kadernya tak kunjung mampu sebagai pengampu. Kenapa selalu mrk pikir partai penentu kelangsungan negeri yg nyatanya digrogoti kader partai yg antri masuk bui. Terus kapan kita berhenti mempercayai partai yg cuma kayak gerombolan ikan teri, rame kesana sini ujung2nya banyak yg jd pencuri.

JK, yg sdh mengeluarkan kalimat bhw dirinya sdh tua mau istirahat saja, kalau ternyata dia mau juga, dgn alasan rakyat msh membutuhkannya, maka kita bs menilai bhw kemaruknya mmng msh terjaga, dan Indonesia kehilangan kesempatan menempatkan orang muda yg seharusnya berkesempatan belajar berdampingan bersama Jokowi sbg orang yg layak di tauladani tanpa banyak basa basi.

Indonesia masih koma, belum titik. SP3 Rizieq membuat kita hrs waspada siapa yg bermain disana, apa Sukma yg kena, pancasila ditukar konde jawa dan ditelan suara azan, semua menyadarkan kita bhw politik itu adalah samudra kepentingan shg sulit kita mendapatkan seorang negarawan ditengah kemunafikan, krn partainya partai setan.

Pertanyaannya apakah JK pilihan, atau sebuah kecelakaan. Mari kita endapkan hati dan sanubari agar Indonesia msh dilingkupi keridhoan Tuhan. Amin3..

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Saturday, May 5, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: