Menilik Kepentingan Omnibus Law

ilustrasi
Oleh : Eddy Sinang Trenggono
 
Meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah target dari semua negara dan semua Pemerintahan. siapapun presidennya. Kesejahteraan bisa dicapai melalui penyediaan lapangan kerja.
Salah satu problem utama di Indonesia adalah lapangan pekerjaan lebih banyak jumlah SDM yang tersedia di banding ketersediaan lowongan kerja. Apalagi era digitalisasi dan robotisasi cepat atau lambat akan tiba.
 
Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah memperbanyak perusahaan dibidang industri dan perkebunan atau bidang bidang lain yang bisa menyerap tenaga kerja banyak .
Siapa yang mampu membangun Industri ? Tentu yang punya modal besar. Dana Pemerintah terbatas, demikian pula dana swasta. Para orang kaya kita lebih senang menyimpan uang diBank atau Valas dibank bank luar, daripada berbisnis riil atau buka pabrik .Mereka tidak mau beresiko.
 
Karena itu dibukalah pintu masuk bagi para investor dunia.untuk membuka usaha di Indonesia. Merekalah yang punya dana besar.
Hampir semua negara berlomba menarik para investor agar mau membuat pabrik dan berbisnis di negaranya. Selain mendapat dana dari pajak, keuntungan yang didapat negara adalah mengurangi pengangguran disamping dampak dampak menguntungkan lainnya.
 
Saat ini di ASEAN kita bersaing ketat dengan Malaysia, Vietnam, Thailand , Kamboja dan Philipina untuk. menarik investor.
Bagi pihak investor yang punya dana, mereka tinggal memilih diantara alternatif banyak negara mana yang paling mudah cepat proses nya dan punya prospek balik modal cepat.
Investor tidak kenal ideologi dan agama., mereka tidak mempertimbangkan masalah itu.
Jadi wajar kalau para investor Amerika dan Arab pun banyak yang buka usaha dinegara China daratan ( yang dicap Komunis).
 
Karena kemudahan dan kecepatan pelayanan, upah buruh murah dan produktivitas tinggi
Saat ini negara VIetnam yang punya ciri ciri yang menarik buat investor.
Problemnya para birokrat kita masih berprinsip " Kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah ".
Orang bawa duit untuk buka lapangan kerja malah dipersulit dan dipalakin.
 
Lucunya juga di Indonesia membuka peluang usaha buat investor asing di cap dan diplintir sebagai issue politik seperti "menjual negara "dan di anggap " Neo Liberalisme"..
Kita tentu semua setuju jika Buruh kita ber gaji tinggi dan punya kesejahteraan baik. Tapi bila tuntutan berlebihan itu membuat para investor lari ke Vietnam atau Thailand , bagaimana? Bukan mereka yang butuh kita, saat ini kita yang butuh mereka.
 
Jadi saat ini bila ada pihak pihak atau politikus yang memprovokasi agar buruh mogok dan 'rewel', harus konsekuen memberikan solusi alternatif untuk masalah lapangan kerja, pengangguran dan kesejahteraan di Indonesia.
 
Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono
 
 
Thursday, October 8, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: