Menilai Respon Ketua GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Soal Insiden Mako Brimob

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Beda respon Gus Yaqut Pemuda NU (GP Ansor) dan Dahnil Pemuda Muhammadiyah. Keduanya merespon "tragedi" di Mako Brimok. Disebut tragedi karena 5 korban dari kepolisian dibunuh dengan sadis, ada yang di tembak, ada yang di gorok lehernya, ada yang disayat-sayat kakiknya.

Tidak banyak berharap pada MD untuk mengecam perilaku hewan-hewan pembunuh di Mako Brimob. Mereka tutup mata dan selalu mencari isu lain.

Sudah lama saya kecewa sama MD, terutama sejak tahu banyak pelaku teroris adalah warganya atau alumni sekolah mereka tapi tidak ada penyesalan dan itikad untuk memperbaiki kurikulum keagamaan mereka di lembaga-lembaga pendidikannya.

Saya juga kecewa pada Haidar Nasir, yang selalu menekankan Terorisme akibat ketimpangan ekonomi, dan menganggap kecil pengaruh paham keagamaan atau ideologi tertentu.

Jika diagnosa akar masalahnya belum tepat; selalu mengalihkan pada isu-isu yang tidak subtantif, akan banyak anak bangsa yang berguguran karena ulah hewan teroris.

Apa layak disebut manusia jika tega menyembelih, menggorok dan menyayat-nyayat sesama manusia apalagi aparat negara yang mengabdikan dirinya untuk rakyat?

Sedalam-dalamnya saya turut berduka cita atas tragedi ini. Ini kelengahan POLRI, ini kekalahan POLRI semoga banyak mengambil pelajaran sehingga tidak terulang kembali, lagi dan lagi.

Untuk korban dan keluarga, saya turut berduka. Semoga keluarga, anak dan istri diberi ketabahan.

#KamiBersamaPOLRI

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Thursday, May 10, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: