"Menilai" Fitnah Khalid Basalamah Ke UIN Sunan Kalijaga

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Menghormati Nabi saw saja minta dalil, nuntut harus ada dalil hadis saheh. Untuk memuliakan Rasulullah saw butuh dalil dan akurasi informasi.

Menilai institusi yang menaungi ratusan ribu orang baik rektor, profesor, dosen mahasiswa aktif dan alumni, se-enaknya sendiri. Cukup, "Kata teman saya".

Khalid menuduh, UIN Sunan Kali Jaga pusat Islam Liberal menjadi penyebab banyak bencana di Jogja. Ini jelas penistaan.

Informasi "jarene", kata teman tentang UIN, dijadikan landasan khalid mengarang "utak atik ora gatuk": paham Liberal UIN sebagai penyebab bencana Jogja.

"Di UIN kalau ada yang sholat di olok-olok". Ini penghinaan. Kata siapa orang solat diolok-olok. Dimana? Saya belum menjumpai masjid yang ramah difabel seperti UIN Sunan kali Jaga, tuna netra, tuna rungu, obesitas semua difasilitasi.

Bahkan untuk menjaga kesahan sholat jumat penyandang disabilitas tuna netra, khutbah jumat menggunakan penerjemah bahasa isyarat.

Ada dimasjid lain? Dikampus lain? Kampus Wahabi di Arab Sausi sana almamater Khalid? Bukankah Islam untuk semua, termasuk penyandang disabilitas.

Dosen UIN banyak jebolan pesantren ternama. Bukan ustad tarjamah yang jauh dari etiket keulamaan. Misalnya pak Rektor, beliau jebolan Termas dan Harvard.

Kenapa kalau orang lain bicara di tuntut dalil, dalil, dalil. Sementara Anda mengaitkan bencana pada institusi tertentu hanya berlandaskan "kata temen saya".

Saya berharap institusi memproses secara hukum. Orang ini sudah melakukan blunder berulang kali. Biar kapok.

Lid Khalid, kapan warasmu !

Sumber : Status Facebook Khalid Basalamah dengan judul UIN Suka dan Khalid Basalamah

Tuesday, December 5, 2017 - 15:15
Kategori Rubrik: