Menilai Dalih Dahnil Anzar Tentang Pemeriksaan Dirinya

Ilustrasi

Oleh : Khairun Fajri Arief

Kunci sukses pas kita di audit atau disidik itu ya jawab aja pertanyaannya dengan baik gak usah lebih jawab nggak usah kurang jawab. Kalo ditanya A ya jawab untuk pertanyaan A saja nggak usah dijawab B atau C yang gak relevan.

Tapi ya tetap saja audit atau penyidikan itu bikin pening. Saya punya beberapa teman yang anggota DPR atau Bupati. Beberapa kali saya dengar diantara teman saya yang anggota legislatif dan eksekutif itu menjadi saksi dari sebuah kasus yang masuk ranah KPK. Kata doi sih dia jadi susah makan dan susah tidur berminggu-minggu. Badan jadi kurus gegara stress.Takut kalau nanti kena peluru nyasar dan ikut terseret jadi tersangka. Padahal kan ya belom tentu juga..

Lebih parah lagi kawan saya yang jaksa pernah cerita kalo seseorang-biarpun jaksa-terus diaudit sama BPK, ya stress juga dia kak Ema! Karena dia sendiri punya kesadaran, nggak yakin juga apakah tindakannya itu 100% sesuai prosedur apa enggak. Kalo sesuai prosedurnya cuma 97% dan bagian 3% nya itu selip, maka bisa aja dia bukan cuma berpotensi membayar uang pengganti dalam hitungan selisih audit, tapi masuk penjara.

Sepengalaman saya sih, jika seseorang memiliki Self Esteem tinggi dalam pemeriksaan, dia akan confidence menghadapi penyidik-seperti Ahok dalam kasus sumber waras. Tapi kalau dia punya self esteem rendah, dia justru akan marah dan lebih agresif, ngamuk bahkan bicara hal-hal yang gak relevan. Akhirnya dia potensial salah-atau minimal keliatan salah- justru karena kebanyakan ngomong hal yang enggak ditanyakan pemeriksa atau melakukan hal yang sama sekali enggak diminta.

Saya pernah wawancara audit dengan orang yang datang baik-baik ke ruang pemeriksaan, menjawab dengan lancar dan kemudian segala sesuatu berjalan sempurna. Tapi ya pernah juga ada orang yang diwawancara dengan defensif bahkan dia jadi lebih agresif; menantang berkelahi, marah-marah dan menolak hadir bahkan ada juga yang mencoba mengaburkan barang bukti. Padahal mereka juga ya belom tentu terbukti bersalah dalam pemeriksaan. Buktinya mereka yang defensif itu ternyata ya baik-baik saja sampai sekarang, sekalipun yang terbukti korup juga banyak.

Artinya,kalau memang baru diminta jadi saksi, ya sudah jadilah saksi yang baik. Hadiri permintaan penyidik dan jawab saja pertanyaannya secara pas gak perlu over reacted dulu untuk mengembalikan dana atau membawa-bawa institusi yang kita sebut "sedang mau dihancurkan" atau "ada operasi zionis" -seperti yang dikatakan kader PKS beberapa waktu lalu saat LHI kena masalah sebagai katalis kegelisahan kita. Karena kita memang belum tentu salah.

Membawa-bawa hal lain diluar substansi pemeriksaan selain gak relevan juga berpotensi memalukan jika ternyata apa yang kita lakukan -dan kini sedang diperiksa-ternyata sebetulnya terbukti memang bermasalah dan evidence-nya kelak muncul di pengadilan.

Jadi sebaiknya kita semua jangan bereaksi berlebihan.

Sumber : Status Facebook Khairun Fajri Arief

Sunday, November 25, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: