Menikmati Karya Seni

ilustrasi

Oleh : Nophie Kurniawati

Karya seni itu memang tidak bisa dinilai harganya. Baik seni lukis, seni patung maupun seni menghabiskan anggaran. Jadi tergantung selera masing-masing orang sebagai penikmat maupun pelakunya.

Seni patung bambu ini misalnya. Untuk membuat patung Dewi Sri setengah badan di Bali ini kabarnya menghabiskan dana sekitar 25 jutaan. Sementara patung nganu di tengah kota Jakarta itu sedikit lebih mahal, kabarnya sekitar 550 juta yang diperoleh dari konsorsium BUMD. Perbedaan harga dan hasil akhir ini tidak berbanding lurus sebab sebuah karya seni itu tidak ternilai.

Begitu juga alasan dibuatnya sebuah karya seni. Ada macam-macam. Ada karya seni yang dibuat karna memang kecintaan pada sebuah seni. Ada karya seni yang dibuat untuk suatu kebutuhan. Ada juga karya seni yang terpaksa dibuat karena biar kelihatan ada yang dibuat sebab belum bisa membuat yang lain. Jadi memang macam-macam alasan orang membuat karya seni.

Tapi sekarang patung nganu itu sudah dicukupkan pengabiannya. Dan keberpihakannya kepada warga Jakarta mungkin akan digantikan oleh yang lain. Jadi bukan karena patung itu menolak diteruskan, tetapi dihentikan karena lapisannya sudah mulai rapuh dan harus dinaturalisasi.

Demikianlah salah satu cara kita memandang sebuah karya seni.

#NK

Sumber : Status Facebook Nophie Kurniawati

Friday, July 19, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: