by

Menhan Ryamizard Menerima Plt Menhan AS

Ada lima hal yg dibahas Ryamizard dengan Patrick Shanahan.

Pertama, membahas kerja sama peningkatan kapasitas melalui forum dialog, kunjungan pejabat, latihan, dan pendidikan.

Kedua, soal peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan di antaranya melalui program perdagangan dan pengalihan senjata (Defense Trade and Arms Transfers/DTAT).

Ketiga, survei bawah laut yaitu preservasi kerangka kapal perang dan jenazah tentara Amerika di wilayah Perairan Indonesia. 

Keempat, stabilitas kawasan lndo Pasifik. Dalam hal ini, Indonesia mendukung terwujudnya kawasan lndo-Pasifik yang berprinsip pada keterbukaan, transparansi, inklusivitas, sentralitas ASEAN, dan respek terhadap hukum internasional.

Kelima, konflik Laut Cina Selatan menjadi topik bahasan Ryamizard dan Shanahan. Indonesia, ujar Ryamizard, mendukung penyelesaian secara damai dan menghormati sepenuhnya proses diplomatik dan proses hukum sesuai dengan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Dalam konferensi pers seusai pertemuan itu, Ryamizard juga mengatakan keduanya membahas isu terorisme yang akhir-akhir ini jumlahnya cenderung meningkat. Indonesia dan Amerika siap memperkuat kerjasama terkait ancaman terorisme ini lewat program ASEAN “Our Eyes” yang diinisiasi pemerintah Indonesia. Program ini memungkinkan negara-negara anggota ASEAN saling tukar informasi dalam menghadapi ancaman terorisme.

“Potensi ancaman terorisme, dan radikalisme generasi ketiga – karena generasi pertama adalah kita tahu masalah Al-Qaedah, yang kedua ISIS yaitu Irak dan Syria, yang ketiga ini setelah mereka dihancurkan di Timur Tengah, lari kemana-mana diantaranya lari ke Indonesia dan Filipina; nah ini yang kita akan bahas. Kalau dulu sudah repot, ditambah lagi sana jadi banyak, karena itu kita berharap tidak ada musuh diantara negara. Musuh kita ini satu yaitu teroris,” ungkap Ryamizard.

Selain itu, Menhan juga membahas kebebasan navigasi penetapan ALKI (Alur Laut Kepualauan Indonesia) yang dilakukan untuk menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional RI serta menyediakan hak lalu lintas bagi negara pengguna.

Highlight dari pertemuan ini adalah adanya langkah yang signifikan dimana Dephan AS akan melakukan training dengan Kopassus Unit 81/Satgultor. Ini akan dimulai tahun depan. “Saya gembira kita mengambil langkah ini, dan saya percaya pernyatan bersama yang kita tandatangani adalah fondasi kerja yang baik dan penting, yang akan berguna di masa depan,” kata Shanahan.

Juru bicara Pentagon Letkol. Dave Eastburn dalam pernyataan tertulis memberikan informasi lebih rinci mengenai hal ini.

“Latihan yang direncanakan itu akan dilangsungkan antara pasukan khusus Amerika dengan Kopassus Unit 81, salah satu unit anti-teror utama di Indonesia. Perencanaannya baru dimulai, namun konsep awalnya akan mencakup tanggapan krisis, penyelamatan sandera dan pengamanan hak asasi. Kami memperkirakan latihan itu akan berlangsung antara empat hingga enam minggu, dan melibatkan 150 peserta,” tukasnya.

Bilateral meeting ini menjadi pintu persahabatan kedua negara saat terjadinya ketegangan bidang politik pertahanan kawasan Laut China Selatan antara AS dgn China. Diplomasi pertahanan Menhan Ryamizard dikatakan sukses, berhasil menjelaskan posisi politik Indonesia dalam memanasnya situasi kawasan regional LCS.

Setelah pertemuan bilateral ini kedua pejabat pertahanan itu beberapa hari mendatang akan bertemu kembali pada acara Shangrilla Dialogue di Singapore. Pray.

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed