Mengukur Keberhasilan Mitigasi Bencana

ilustrasi

Oleh : Alim

Secara singkat, mitigasi itu artinya manajemen untuk mencegah atau mengurangi dampak bencana. Sementara bencana adalah gangguan serius atas fungsi sosial masyarakat yang tidak dapat diatasi secara mandiri oleh masyarakat terdampak.

Mitigasi ini bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan yang saling terkait, antara lain:
1. Mencegah terjadinya sebuah kejadian yang membahayakan. Misalnya mencegah terjadinya banjir.
2. Kalau ada kejadian, bagaimana mencegahnya mengenai masyarakat. Misalnya, mencegah banjir menerjang tempat beraktifitas masyarakat termasuk huniannya.
3. Kalau masyarakat sampai terkena kejadian, bagaimana membuat masyarakat tetap mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan cukup. Untuk poin ke tiga ini dilakukan dengan cara memperkuat struktur fisik fasilitas, pengadaan cadangan-cadangan fasilitas, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merespon sebuah kejadian.

Dalam pelaksanaannya, mitigasi berdasar pada perhitungan-perhitungan tertentu seperti eksistensi hazardnya, kerentanan-kerentanan yang ada, besaran risiko, kapasitas masyarakat, modal-modal untuk melakukan mitigas dsb. Atas perhitungan tersebut, disusunlah perencanaan dan program dengan target seminimal mungkin dampak yang timbul bila sebuah kejadian (misalnya banjir) terjadi.

Dari situ kita bisa membayangkan bagaimana mengukur keberhasilan sebuah upaya mitigasi.

Dalam Mitigasi, ada mengukur keberhasilan tahap-tahap program seperti selesainya kanal-kanal penyaluran air secara tepat waktu, peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dan lain sebagainya.

Nah, pengukuran yang terpenting yaitu menilai besaran dampak yang diakibatkan oleh sebuah kejadian nyata. Ujian sebenarnya di sini. Misalnya, saat terjadi hujan lebat: apakah terjadi banjir? Kalau terjadi, apakah berdampak pada masyarakat? Kalau berdampak, seberapa besar?
Dampak bisa diukur berdasar fungsi sosial dasar masyarakat, seberapa terganggunya fungsi sosial tersebut. (Yang termasuk fungsi sosial dasar adalah: kesehatan dan layanannya, nutrisi, air dan sanitasi, ekonomi, pendidikan, energi, transportasi dan logistik,
komunikasi dan keamanan.)

Bagaimana dengan Mitigasi banjir Jabodetabek? Sebenarnya mudah saja, tinggal dinilai poin-poinnya seperti saya sebutkan tadi. Setelah itu kita bisa menjawab pertanyaan “Apakah Mitigasi yang dilakukan telah meminimalisir dampak sampai mendekati nol?”

Selamat ngelamun...

Sumber : Status Facebook Alim

Monday, January 6, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: