Mengobral Kebejatan Moral

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Kita sudah lama masuk jebakan batman mereka, isu tentang mereka memakai konsultan the spin doctor Rob Allyn nyaris 100% benar, didukung dgn kehadiran ybs pada acara pidato kebangsatan di JCC dua hari yll. ( Dalam foto dan video seorang bule yg disambut PS sampai membiarkan presiden bekas Sby jalan sendiri ).

Hal itu dikuatkan dgn pernyataan PS yg selalu mengatakan pilpres ini bukan soal benar dan salah, tapi lebih kepada menang dan kalah, dan dikuatkan pula oleh pernyataan lain darinya yg selalu menyebut kalau kami " berkuasa ", atau " kami akan berkuasa atas izin rakyat ". Untuk mencapai target itu mereka akan menghalalkan segala cara, dan harus tetap diingat bahwa mereka 100% pasukan orba yg menjelma di dalam ruang waktu yg berbeda, atau serupa tapi tak sama. Jadi, jangan ditanya tentang moral kepada mereka, sudah lama hal itu sengaja dienyahkan dari otak mereka, bahkan dihatinya sudah tidak ada ruang kebaikan, yg ada bagaimana cara merebut kekuasaan.

 

 

Strategi pelintiran yg sejak 2014 mereka lakukan, sekarang dilanjutkan dan makin dikuatkan. Kalau dulu mereka menyerang dan mengarang tentang pribadi dan keturunan Jokowi, saat ini mereka membuat kebohongan dgn menyerang hasil kerja Jokowi. Lihat bagaimana mereka mengatakan seolah infrastruktur tak perlu, jalan tol hanya utk orang kaya, ketahanan pangan rawan, bbm rawan, Indonesia akan bubar, dst. Semua pas seperti apa yg kita sangkakan, strategi pemutar balikkan fakta makin dikuatkan dan mereka fokus menyerang sosok Jokowi sebagai titik sentral keberhasilan , yg makin dirasakan rakyat Indonesia.

Mereka menyerang nadi kekuatan yg sedang memagnit rakyat, membangun optimisme baru, membangun kekuatan baru. Ibarat perang mereka mau mematikan gudang energi, yg terakhir mereka membuat posko di Solo, gak tanggung-tanggung, letaknya disengaja didekat rumah Jokowi dan warung usahanya Gibran. Benar-benar perang terbuka, ANTARA KEBENARAN DAN KEDURJANAAN.

Kenapa PS begitu menggebu ingin berkuasa, ya, dia memang dipasang utk mengembalikan orba, karena sekarang makin jelas siapa yg berkumpul disana. Ada Cendana, ada Sby muridnya Cendana, ada AR sekeluarga si munafik kelas dewa, dan banyak lagi koloninya, serta dukungan gerombolan pemilih yg sukanya mimpi dan diiming-imingi dgn fiksi yg jelas-jelas ilusi. Belum lagi para penggarong ideologi yg ikut mendompleng agar bisa terus eksis, walau sudah dibubarkan mereka tetap menjadi sebuah ancaman kedaulatan, sehingga kita harus terus menjaga kewaspadaan.

Ingat, 2014 selisih suara keunggulan Jokowi di 8 juta suara, menyebar pada 24 provinsi. Angka 8 juta suara itu tidak mudah disulap membalik untuk memilih PS, apalagi hasil kerja Jokowi begitu jelas sudah dinikmati rakyat. Secara kasat mata mereka akan sulit kalau hanya melakukan kampanye yg normatif saja, dengan kesadaran itulah kenapa mereka memakai strategi membakar rumah dan merampok isinya. Benang merah dari satu kejadian ke kejadian lainnya sangat jelas terbaca. Grand design oplas dan penganiayaan RS, coblosan 7 juta kertas suara, pidato kebangsaan yg isinya kebohongan, sekarang AR bilang tentara Cina sedang mengatur menduduki Indonesia, akal keji dan menjijikkan dari seorang mantan ulama yg berubah menjadi musuh kebenaran, Dan bangsanya, semua settingan yg tak perlu diragukan, semua itu yg harus kita lawan sembari menyampaikan kebenaran kepada keluarga atau kawan yg belum siuman dari rayuan setan.

Sekarang apa yg harus kita lakukan, kita harus membelah konsentrasi antara yg menggempur setiap kebohongan yg dilesatkan, disisi lain kita harus terus memaparkan keberhasilan yg sudah dikerjakan Jokowi menuju Indonesia maju. Karena, 3 bulan kedepan mesin hoaks mereka pasti ditingkatkan kapasitasnya, dan secara pararel kita percayakan kepada kepolisian yg bekerja siang malam dengan hasil yg prima melibas gerombolan yg makin buas melakukan segala cara tanpa merasa berdosa, ya pada sosok manusia yg isinya setan, dosa menjadi sebuah kebutuhan yg mengasyikkan. Jadi, sekali lagi jgn bicara moral kepada mereka, hal itu sudah lama tidak bermukim dihati mereka, kalaupun kelihatan kadang-kadang ada, itu cuma datang sementara, karena sejatinya moralnya sudah lama binasa.

Lihat saja secara kasat mata, andai yg kita lihat bule yg disambut PS di JCC adalah Rob Allyn, disana ada Sby dan semua orang yg nasih berpassport Indonesia, beriringan dgn orang asing yg mulutnya disewa untuk memecah belah bangsa, dan hebatnya acara malam itu judulnya adalah pidato kebangsaan, tak salah memang kalau kita sebut pidato itu adalah pidato kebangsatan dari bajingan perusak kedaulatan. Terbukti dalam pidatonya yg berisi kebohongan. Luar biasa, sebuah acara sakral memilih pemimpin, disatroni oleh manusia murah bermuka ramah berhati sampah.

Sekarang posisi kita setiap bangun pagi jgn kagetan, tapi harus selalu siap dan semangat dalam kewaspadaan menggempur kebohongan atau ketidakbenaran yg terus mereka hembuskan, minimal kita harus kuat dalam 3 bulan kedepan, demi Indonesia yg bermasa depan, bukan justru membiarkan orba kembali ada dan kembali membawa Indonesia ke zaman purba. Dimana ada penguasa tambah kaya, rakyatnya dikasi makanan cerita dan katanya, ditenangkan dgn subsidi sampai ke urat nadi, begitu sadar kita sudah jadi zombi, bangsa lain sudah kemana-mana, kita masih terus marah kepada orang Cina, tapi marahnya pakai HP Cina, cicilan pula, dari hasil kerja dgn toke Cina.

Tidak, jangan kita diadu domba, apakah itu Cina, Arab atau siapa saja, sementara mereka akrab dgn bule sewaan yg nyata membuat kehancuran Indonesia, satu kata #KITALAWAN.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, January 16, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: