Mengkalkulasi Pengenaan Pajak Warga Negara

ilustrasi

Oleh : Septin Puji Astuti

Ada mahasiswa ngajak ngobrol dengan saya. Saya kemudian ngajak diskusi tentang bagaimana (negara) Islam membiayai negaranya. Saya kasihkan contoh saja di LN.

Di Perancis, kabarnya pajaknya sampai 50%. Apa yang didapat oleh warganya. Katanya, di kota tertentu bisa gratis naik kendaraan umum. Bisa klaim 'tunjangan makanan' yang berupa bahan makanan bagi yang tidak mampu. Saya tahu itu saja. Mohon koreksi jika saya salah.

Di UK, pajak tertinggi 45%. Pajak terendah? 0% bagi yang tidak layak bayar pajaj. Seringnya negara tarik pajak, tapi pasti dapat pengembalian pajak tiap tahun. Bayangkan kalau gaji dosen awalan sekitar £3000an dan dipotong pajak 35-40% (koreksi saya kalau salah). Dia dapatnya £1650-1800an saja. Mirip beasiswa LPDP dan masih lebih kecil dari beasiswa untuk pegawai Bank Indonesia (kabarnya £2000an/bulan).

Warga dapat apa dengan pajak sebesar itu? Sekolah TK (3 tahun) sampai SMA (18 tahun) gratis, kecuali kalau mau sekolah swasta tidak ada kata gratis. Kesehatan langsung dicover NHS. NHS ini BPJSnya UK yang seperti Kartu Indonesia Sehat langsung dibayar pemerintah asuransinya (Koreksi kalau saya salah ya). Enaknya NHS bisa digunakan untuk pencegahan penyakit. Misal anak di bawah 12 tahun akan dikontrol kesehatan giginya. Warga wajib tes kanker serviks dan prostat pada usia tertentu (dipanggil pakai surat, kalau gak datang malah dicegat pas datang ke klinik. Vaksin anak juga gratis. Usia 40 tahun bisa general check up gratis. Tapi ya gitu, jangan ngarep dapat dengan mudah mendapatkan obat dan antibiotik. Lha wong anak sakit panas aja di RS observasinya pakai minum air putih dulu. Baru dikasih parasetamol.

Banyak taman di mana-mana. Dapat info dari teman, di UK idealnya setiap radius 1 km ada taman. Jadi kalau mau piknik gak perlu bawa mobil dan mengeluarkan uang banyak. Cukup jalan kaki saja untuk mendapatkan kebahagiaan. Bagi pengangguran, ada skema sendiri. Harus daftar dulu (saya lupa namanya apa). Setelah dapat kartu 'pencari kerja', kartunya bisa dipakai klaim naik bus kota gratis, tapi hanya dikasih waktu 6 bulan.

Apalagi? Sik kepanjangan nanti tulisannya.

Di Indonesia, pajak 15% aja kalau di PNS hanya berlaku pada PNS Gol IV. Itupun jumlahnya tidak banyak. Itupun ternyata banyak yang protes.

Kalau dalam negara Islam, zakat jadi salah satu pengganti pajak. Besarannya 2,5% setiap tahun. Itupun ada syaratnya berdasarkan besaran (nishab) dan lama waktu memiliki harta yang memenuhi nishab itu minimal mengendap selama setahun (tahun hijriah kalau tidak salah). Jadi ngitungnya tidak asal. Itu zakat harta. Kalau punya harta lain seperti pertanian, peternakan, emas dll akan dihitung zakatnya lagi.

Dari pembiayaan ini, apa mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat yang menuntut kesejahteraan (apa-apa gratis dari negara)?

Saya berkali-kali ngajak ngobrol tentang ini dan berkali-kali mentok tak ada jawaban pasti karena begitu serius ngajak cari data, ternyata kesulitan mencari datanya. Kalau ada data bisalah buat simulasinya, sehingga jika ada yang promosi negara Islam, ada bukti empiris yang valid.

Kemarin saya mencuri dengar teman saya kasih pembekalan untuk mahasiswa LKTI kurang lebih gini, "Kalaupun mau kasih solusi sesuai pandangan Islam, jangan langsung ujug-ujug khilafah", karena sebelum menuju ke sana, ada pertanyaan besar yang harus dijawab.

Kalau ada sumber selain zakat, ada juga sumber keuangan dari Ghanimah, harta rampasan perang. Sayapun iseng, jangan-jangan negara yang perang terus itu sedang mendanai negaranya melalui ghanimah?

Kalau dari sumber kekayaan sumber daya alam? Berapa banyak sih SDA kita sehingga mampu membiayai penduduk sebanyak Indonesia? Arab, yang sumber minyaknya ratusan kali lipat Indonesia dan penduduknya jauh lebih sedikit dari Indonesia aja, sekarang sudah mulai beralih tidak bergantung pada minyak. Apa Indonesia yang SDAnya tidak seberapa banyak, itupun yang gagal investasi juga banyak, masih mengandalkan SDA untuk mendapatkan pemasukan negara?

Lantas, kalau kita mau jadi negara Islam, bagaimana mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan warganya?

Uneg-uneg pagi hari ini.
Sugeng enjing sederek sedoyo ....

Sumber : Septin Puji Astuti

Wednesday, May 15, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: