Mengkalkulasi Langkah Jokowi Paska Survey Litbang Kompas

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

Kemaren Selasa, 19 Maret 2019 LItbang Kompas meliris hasil survey. Hasilnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 49,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 37,4 Persen. Selisih suara hanya tinggal 11,8% saja. Terjadi penurunan yang cukup signifikan dari elektabilitas Jokowi-MA. Bagi saya ini tidak mengagetkan karena sudah saya prediksi jauh- jauh hari bakal terjadi hal seperti ini.

Dalam berbagai artikel saya sudah mengulas beberapa kelemahan mendasar dari strategi dukungan terhadap Jokowi-MA. Salah satunya adalah terjadinya euforia yang over dosis dengan model dukungan yang bersifat 'upper the line' dalam bentuk deklarasi-deklarasi yang terkesan 'show off' dan tidak tepat waktu. Dalam ulasan sebelumnya saya sudah katakan bahwa seharusnya kegiatan deklarasi-deklarasi ini dilakukan 3 - 4 bulan lalu. Dan seharusnya pada waktu H - 60 para relawan sudah masif bergerak memperkuat soliditas di akar rumput dan menarik dukungan dari kaum milenial dan kelompok 'swing voters' lainnya.

Di sisi lain, saya menyoroti kelemahan TKN dan TKD dalam memberdayakan potensi organ relawan tradisional dan para relawan pasca kegiatan seremoni deklarasi. Tidak ada 'roadmap' yang bisa digunakan sebagai rujukan bagi kelompok-kelompok relawan untuk bergerak di lapangan. Akhirnya kegiatan relawan saat ini hanya bersifat sporadis, atas inisiatif sendiri dengan kreasi masing-masing tanpa koordinasi dan kesatuan gerak langkah.

Pernyataan dukungan dari kaum kelompok intelektual, kelompok terpelajar dan berbagai kelompok profesi itu sesuatu yang positif dan penting. Tapi secara realistis mereka punya keterbatasan waktu untuk turun ke lapangan karena pertimbangan sebagian besar dari mereka adalah kelompok pekerja. Mereka hanya punya waktu akhir pekan untuk turun ke lapangan. Itupun dengan coverage area yang sangat terbatas. Seharusnya yang lebih perlu diberdayakan adalah kelompok relawan militan yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan organ relawan. Merekalah yang seharusnya lebih diberdayakan dan diberikan dukungan penuh untuk menjadi Pasukan Perang Darat Jokowi-MA. Tapi saat ini kenyataannya kegiatan mereka suaranya nyaris sayup-sayup tak terdengar. Mudah-mudahan saya salah.

PR besar lainnya yang perlu mendapat perhatian serius adalah militansi pendukung Jokowi yang disinyalir jauh lebih rendah dibandingkan dengan pendukung Prabowo. Yaitu hanya pada angka maksimal 65 %. Militansi ini menyangkut 2 hal yaitu Loyalitas dan Totalitas. Untuk loyalitas, saya masih optimis pendukung Jokowi masih cukup tinggi karena mereka sebagian besar adalah kaum sehat nalar dan logika. Tapi yang menjadi PR serius adalah totalitas dukungan terhadap Jokowi-MA. Totalitas ini menyangkut kemauan mereka untuk sampai pada saat pencoblosan di balik bilik suara pada tanggal 17 April nanti.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar harapan kemenangan Jokowi-MA ini bisa menjadi kenyataan ?

Dalam sisa waktu yang kurang dari 30 hari :
1. Seluruh komponen organ relawan baik relawan tradisional pendukung Jokowi dan relawan intelektual harus meningkatkan intensitasnya untuk untuk turun di lapangan.
2. Buat roadmap aksi yang sederhana dan fokus pada penambahan dukungan terhadap Jokowi-MA.
3. Lakukan perang darat secara masif dan sistematis dengan memberdayakan seluruh pasukan relawan dengan coverage area seluruh Indonesia dengan prioritas 6 daerah potensial lumbung suara (Jabar, Jatim, Jateng, DKI Jakarta, Sumut dan Sulsel)
4. Perkuat soliditas dari kelompok pendukung militan Jokowi dan memberikan pengertian untuk meningkatkan dukungan harus sampai ke balik bilik suara pada tanggal 17 April.
5. Lakukan semua kegiatan dalam senyap tanpa harus berlebihan 'Public Expose'
6. Perang udara melalui medsos agar lebih keras dilakukan dengan sasaran utama adalah para 'undecided voters'.
7. Jangan terlena dengan gemerlap hasil kerja keras Jokowi. Karena terkadang logika rakyat punya alur yang berbeda.

Dengan melaksanakan 7 langkah di atas, saya haqul yaqin kita pasti bisa meningkatkan kembali elektabilitas Jokowi-MA. Dengan selisih aman sekitar 20 - 30% dibanding lawan.

Biarlah saat ini kaum tuna nalar di toko sebelah bersorak gembira ria. Kita lebih baik fokus bekerja keras memenangkan hati rakyat. Bukan sekedar untuk kemenangan Jokowi-MA semata tapi lebih pada mengajak mereka menyelamatkan negeri ini agar tidak dikuasai oleh kelompok penjahat.

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Wednesday, March 20, 2019 - 23:30
Kategori Rubrik: